IDENTIFIKASI BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT INAP MATA-THT RSUDRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI BAKTERI YANG BERPOTENSI SEBAGAI PENYEBAB INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG RAWAT INAP MATA-THT RSUDRNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Muhammad febriansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0707101050048

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang di dapat atau timbul pada waktu pasien dirawat di rumah sakit. lnfeksi nosokomial telah menjadi penyebab penting pasien dirawat lebih lama di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan pola sensitivitas bakteri yang berpotensi sebagai penyebab infeksi nosokomial di Ruang Rawat Inap Mata-THT RSUDZA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif melalui observasi laboratorium. Bakteri diisolasi dari pasien, tenaga kesehatan baik dari dokter maupun perawat, peralatan dan fasilitas lain di Ruang Rawat Inap Mata-THT RSUDZA. Bakteri yang diperoleh dilakukan uji sensitivitas terhadap berbagai antibiotik. Dari 52 spesimen yang dikultur, 41 spesimen (78,85 %) ditemukan adanya pertumbuhan bakteri dengan jumlah 41 isolat. Dari jumlah tersebut ditemukan bakteri patogen sebanyak 8 isolat (19,51%), terdiri dari Staphylococcus aureus 4 isolat (50%), Klebsiella sp 2 isolat (25%) dan Pseudomonas aeruginosa 2 isolat (25%). Pola sensitivitas Staphylococcus aureus terhadap klindamisin, vankomisin dan seftazidim masing-masing adalah 100%, 100% dan 75%. Pola sensitivitas Klebsiella sp terhadap seftazidim, meropenem dan ampisilin masing-masing adalah 100%,
100%, dan 50%. Sementara itu pola sensitivitas Pseudomonas aeruginosa terhadap
gentamisin, meropenem dan seftazidim masing-masing adalah 50%, 100% dan 100%. Didapatkan satu strain MRSA yang berasal dari pasien. Bakteri Klebsiella sp dan Pseudomonas aeruginosa belum termasuk golongan bakteri ESBL.



Kata kunci: Nosokomial, MRSA, Staphylococcus aureus, Klebsiella sp, Pseudomonas aeruginosa




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK