<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117150">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN UMUM EKSTRAKSI  GIGI PERMANEN  DI  POLIKLINIKRNGIGI  DAN  MULUT  RUMAH   SAKIT  UMUM DAERAH   MEURAXARNKOTA BANDA ACEH TAHUN 2008-2012.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Devi yulianda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekstraksi  gigi  adalah   prosedur   tindakan   yang   rutin   dilakukan   dalam   praktik kedokteran  gigi. Ekstraksi  gigi dilakukan  berdasarkan  indikasi  diantaranya  karies yang dalam  dengan  kehilangan  struktur  gigi secara luas dan telah mencapai  pulpa, gigi dengan fraktur  akar, kegagalan  dilakukan perawatan  endodonti  pada nekrosis pulpa,  supernumerary teeth, gigi yang terlibat dalam lesi patologis,  gigi malposisi, penyakit    periodontal,   pertimbangan   prostetik   dan   ortodonti.   Penelitian   ini bertujuan   untuk   mengetahui    gambaran    umum  ekstraksi    gigi   permanen    di Poliklinik   Gigi  dan  Mulut  Ru.mah  Sakit  Umum Daerah  Meuraxa   Kota  Banda Aceh   Tahun   2008-2012   berdasarkan   usia,  jenis    kelamin,    jenis   gigi   yang diekstraksi,  sert.a alasan dilakukan  ekstraksi  gigi. Jenis penelitian  yang digunakan dalam   penelitian    ini   adalah   penelitian    deskriptif  dengan   pendekatan    cross- sectional dengan   menggunakan  data  sekunder   yang  didapat   dari  kartu   rekam medik  pasien.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  jumlah kasus ekstraksi gigi   permanen   berjumlah    1. 720  kasus   dari   1.495   pasien.   Dapat   disimpulkan bahwa   kelompok   usia   21-30  tahun   paling   banyak   dilakukan  ekstraksi   gigi (26,2%). Ekstraksi  gigi  lebih  banyak  dilakukan pada perempuan  (61,7%). Molar pertama  permanen   adalah  jenis   gigi  yang  paling   sering   diekstraksi   (27,7%). Alasan   paling  sering  dilakukan  ekstraksi   gigi  permanen   yaitu  karena   gangren radiks (45,9%) dan nekrosis  pulpa (42,6%).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata  kunci  :      Ekstraksi   gigi  permanen,   usia,  jenis  kelamin,  jenis   gigi  yang diekstraksi,  alasan dilakukan  ekstraksi gigi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117150</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-21 09:51:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-21 09:51:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>