<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117131">
 <titleInfo>
  <title>KOMPARASI AKTIVITAS INHIBISI α GLUKOSIDASE DAN UJI TOKSISITAS MENGGUNAKAN BRINE SHRIMP LETHALITY TEST PADA EKSTRAK KAYU MANIS DAN PALA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suhaila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran - Magister Sains BioMedis (S2)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kayu manis (Cinnamomum burmanii) dan pala (Myristica fragrans Houtt)  merupakan tumbuhan yang sering digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional salah satunya untuk menangani diabetes mellitus. Pada pengembangan obat herbal selain pertimbangan efikasi, sangat penting dinilai tingkat toksisitas herbal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan membandingkan aktivitas inhibisi α glukosidase serta uji toksisitas ekstrak kayu manis dan pala Aceh. Kedua ekstrak diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antidiabetes dengan inhibisi α glukosidase secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 410 nm. Akarbose digunakan sebagai pembanding. Sedangkan untuk mengetahui toksisitasnya dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) sehingga diperoleh nilai LC50. Hasil analisa kandungan metabolit sekunder ekstrak kayu manis mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, tannin, kuinon, saponin, dan triterpenoid, sedangkan ekstrak pala mengandung saponin, tanin, flavonoid, steroid. Kadar flavonoid, tanin, fenol total ekstrak kayu manis adalah 80.52 mg QE/gr, 66.34 mg GAE/gr, 566.33 mg AT/gr. Kadar flavonoid, tanin, fenol total ekstrak pala adalah 144,26 mg QE/gr, 64,65 mg GAE/gr, 8,24 mg AT/gr. Hasil pengukuran aktivitas inhibisi α glukosidase menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak kayu manis dan pala Aceh adalah 123.65 μg/mL dan 125.84 μg/mL. Sedangkan hasil penelitian uji toksisitas  menunjukan bahwa nilai LC50 ekstrak kayu dan pala Aceh adalah 350.57 µg/mL dan 161.62 µg/mL. Ekstrak kayu manis dan pala Aceh dikategorikan sebagai ekstrak yang memiliki toksisitas sedang dengan aktivitas antidiabetes yang sedang.&#13;
&#13;
Kata kunci: α glukosidase, toksisitas, kayu manis, pala, antidiabetes</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117131</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-20 16:10:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-20 16:25:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>