<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117054">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN INFEKSI VIRUS DENGUE PADA ANAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Novita Nanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit  infeksi  virus dengue   masih  menjadi  masalah  kesehatan  masyarakat  di dunia. Di Indonesia, penyakit ini juga  menjadi  masalah endemik di sebagian wilayah termasuk  di Provinsi  Aceh.  Tingginya angka  kejadian penyakit dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya  status  gizi. Status gizi merupakan determinan penting respon  imun. Pada infeksi  virus   dengue,   status  gizi   yang  baik   dibutuhkan dalam   menghasilkan  respon inflamasi   yang   adekuat   pada   patogenesis  penyakit.    Penelitian    ini  bertujuan    untuk mengetahui hubungan  antara  status gizi dengan kejadian infeksi virus dengue pada anak. Rancangan  penelitian   yang  digunakan   adalah cross sectional  study,  dengan  populasi penelitian   seluruh  pasien   anak  yang   menderita  infeksi  virus   dengue   yang  dirawat  di RSUDZA Banda  Aceh  periode  2011-2012. Kriteria  inklusi adalah  pasien infeksi  virus dengue usia 018 -tahun yang memiliki data rekam medik lengkap.  Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling berupa total population.  Hasil penelitian dari 106  pasien, diketahui  mayoritas  pasien   infeksi  virus  dengue  memiliki  status   gizi normal. pasien. Gizi normal  (52,8%)  dan gizi kurang (57,1%) lebih banyak didapatkan pada pasien  DD.  Gizi  buruk  (66,7%)  dan  overweight   (66,7%)  lebih  banyak pada  DBD. Sedangkan pada  obesitas  (50%)  terjadi  pada DD maupun  DBD. Hasil  analisis multiple logistic regression diperoleh nilai p value gizi normal 0,781; gizi buruk 0,638;  gizi kurang&#13;
0,939; overweight  0,521  dan obesitas  0,852;  menunjukkan bahwa  tidak  terdapat  hubungan antara status gizi dengan kejadian infeksi virus dengue  pada anak (p&gt;0,05).&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : status gizi, dengue, DD, DBD&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NUTRITION - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DENGUE HEMORRHAGIC FEVER - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>613.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117054</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-15 15:32:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-27 12:01:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>