<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117025">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK AMBANG BATAS KONDISI STABILITAS ATMOSFER DI WILAYAH PENGAMATAN RADIOSONDE BANDA ACEH TERKAIT KEJADIAN HUJAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Feqri Linanda Agroho</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Fisika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Karakteristik indeks stabilitas udara sangat mempengaruhi proses-proses fisis pada cuaca yang terjadi salah satunya ialah potensi terjadinya hujan. stabilitas udara mengindikasikan kuatnya pengaruh konvektifitas terhadap kejadian cuaca berupa hujan dan badai guntur. Stabilitas atmosfer yang dapat dipantau dan diukur secara langsung menjadi pembahasan yang perlu diteliti, oleh karena itu untuk mengetahui kondisi stabilitas udara pada suatu lokasi maka dilakukan penelitian. Kajian indeks stabilitas di wilayah aceh masih tergolong minim maka perlu dikaji lebih lanjut sehingga dijadikan bahan pertimbangan penelitian. Pada penelitian ini dilakukan analisis data udara atas pengamatan Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh dan curah hujan beberapa lokasi titik terdekat. Analisis nilai indeks stabilitas atmosfer, yang diambil dengan data Radiosonde dapat diperoleh dari informasi parameter atmosfer seperti suhu, titik embun, tekanan dan angin. Nilai indeks stabilitas udara yang diolah yaitu Showalter Index (SI), Lifted Index (LI), CAPE, Total-Total Index (TT), K-Index, dan Severe Weather Threat Index (SWEAT) untuk mencari klasifikasi ambang batas baru terbaik digunakan dalam prakiraan hujan. Metode verifikasi evaluasi nilai akurasi indeks menggunakan metode dikotomi menggunakan tabel matriks kontingensi dua kategori atau disebut matriks kesalahan (confusion/error matrix) yang kemudian penilaian dilanjutkan dengan analisis kappa (kappa analysis). Hasil klasifikasi nilai ambang batas baru menunjukkan masingmasing indeks memiliki hasil akurasi yang lebih baik terhadap ambang batas sebelumnya. K-Index menunjukan nilai terbaik dengan nilai akurasi pembuat (P) 0.89, akurasi pengguna (U) 0,98, akurasi keseluruhan(O) 0.79, dan koefisien kappa 0.34.&#13;
&#13;
Kata kunci: Indeks stabilitas udara, Curah Hujan, ambang batas, matriks kontingensi, analsis kappa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117025</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-15 09:04:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-15 09:09:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>