<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116984">
 <titleInfo>
  <title>PROFIL KLINIS DAN DERAJAT KERUSAKAN PARENKIM PARU PASIEN COVID-19 MENGGUNAKAN APLIKASI G-COVRNDI ERA PASCA VAKSINASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMALIA NANDA MUTIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>COVID-19 merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Namun angka kematian akibat COVID-19 menurun akibat adanya program vaksinasi. Vaksinasi dapat menciptakan kekebalan tubuh untuk melindungi dari infeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil klinis dan derajat kerusakan parenkim paru pasien COVID-19 di RSUDZA Banda Aceh post vaksinasi. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak Juni 2022 sampai Desember 2022. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data rekam medis dan analisa derajat kerusakan parenkim paru menggunakan aplikasi G-COV. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 100 pasien COVID-19 dengan usia terbanyak pada &gt;65 tahun (22%), mayoritas laki-laki (63%), gejala yang paling umum dijumpai adalah batuk (44%), status vaksinasi sampai dosis kedua (59%), dan derajat kerusakan parenkim paru dominan yaitu pada derajat ringan (78%) serta lama waktu rawatan kurang dari 6 hari (63%). Pasien COVID-19 yang sudah mendapatkan vaksinasi umumnya memiliki gejala klinis ringan dengan derajat kerusakan parenkim paru ringan. G-COV sebagai aplikasi yang menjadi instrumen pada penelitian ini sangat membantu dalam mendeteksi infeksi COVID-19 dan menilai derajat kerusakan parenkim paru melalui foto toraks pasien. Hal ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam mendeteksi COVID-19 secara dini.&#13;
&#13;
Kata kunci: COVID-19, vaksinasi, kecerdasan buatan, foto toraks&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116984</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-14 11:09:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-20 15:36:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>