<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116848">
 <titleInfo>
  <title>UJL  AKTIVLTAS    ANTIBAKTERI    MINYAK ATSLRI   BIJI PALA (MYRISTICA  FRAGRANS    HOUTT)  TERHADAP  STOPHYLOCOCCUSUS AUREUS  SECARA   IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arfiska Ridha Fausa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infeksi menjadi permasalahan besar   di  dunia   salah   satunya    infeksi    yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus.  Pencarian obat - obatan  dari  tumbuhan terus dilakukan. salah  satunya    adalah  tumbuhan pala   yang bersifat antibakteri. Tujuan penelitian ini  adaIah   untuk mengetahui pengaruh   pemberian    minyak miri biji pala (Myristica fragrans  Houtt)  terhadap Staphylococcus  aureus. Penelitian ini menggunakan  Rancangan  Acak Lengkap  (RAL) yang dibagi dalam 6 kelompok yaitu  4 kelompok  perlakuan  dan 2 kelompok  kontrol  dengan 4 kali  &#13;
 pengulangan.   Perlakuan  P1. P2. P3, dan P4. terdiri dari minyak arsiri biji pala dengan konsentrasi 30%. 50%.&#13;
70% dan 90%. Po sebagai kontrol negatif  menggunakan Tween 80 dan  P5 sebagai kontrol   positif  digunakan  Amoksisilin  30  ug.  Uji   daya     hambat  dilakukan menggunakan   metode difusi  cakram.  Hasil uji menunjukkan  bahwa  minyak atsiri biji pala  dengan  konsentrasi 30 %.,   50%,     70%  dan    90%  masing-masing mampu&#13;
membentuk  zona   hambat rata-rata  7 mm. 7,87   mm.   9,75   mm.   12  mm  dan pada kontrol  positif  didapatkan daya hambat 27,25   mm  terhadap  Staphylococcus    aureus. Analisis data menggunakan  ANOVA  (Anolysis  of Variance)   dan  dilanjutkan  dengan  Uji Beda Nyata  Terkecil/BNT    (p &gt; 0,05)   menunjukkan  bahwa minyak atsiri biji pala memiliki aktivitas  antibakteri yang bemakna   terhadap Staphylococcus aures dan  semakin besar  konsentrasi  minyak atsiri  yang  diberikan maka   semakin   besar diameter  zona hambat  yang  terbentuk.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata  kunci :  antibakteri, minyak atsiri   biji  pala , Myristica   fragrans  Houtt,&#13;
                       Staphylococcus   aureus.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116848</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-03 14:40:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-03 14:40:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>