<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116843">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELARANGAN ALAT TANGKAP PUKAT HARIMAU (TRAWLS) DAN  PUKAT TARIK (SEINE NETS) DI PELABUHAN TANJUNG TIRAM KABUPATEN BATU BARA SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Sukron Nawawi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pukat Harimau (Trawl) merupakan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem laut yang berbentuk kerucut dengan pengoperasiannya di dasar perairan dengan keadaan kapal sedang berjalan sedangkan Pukat Tarik (Seine Net) di sebut juga sebagai trawl mini merupakan alat tangkap yang berbentuk kantong dengan pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan dalam keadaan kapal berlabuh jangkar. Perbedaannya terletak pada pengoperasiannya, Pukat Harimau (Trawl) di operasikan dengan cara ditarik dalam keadaan kapal sedang berjalan sedangkan pukat tarik (Seine Net) dioperasikan dengan cara melingkari ikan dalam keadaan kapal berlabuh jangkar. Maraknya illegal fishing penggunaan alat tangkap pukat harimau (trawl) dan pukat tarik (seine nets) di Indonesia dapat dipengaruhi oleh beberapa macam faktor, baik dari internal maupun eksternal. Faktor internal yang dapat dijelaskan salah satunya adalah lemahnya pengawasan terhadap sumber daya kelautan, terutama diwilayah perikanan oleh pemerintah. Tujuan penelitan adalah Mengetahui penyebab meningkatnya pelanggaran penggunaan alat tangkap Pukat Harimau (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Net) dan mengetahui strategi implementasi kebijakan pelarangan alat tangkap Pukat Harimau (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Net) di Pelabuhan Perikanan Tanjung Tiram Kabupaten Batu bara. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Analisis SWOT Strengt and Threat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyebab terjadinya peningkatan praktik ilegal penangkapan ikan secara melawan hukum ini di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara dipengaruhi tentang lemah dan minimnya tingkat pengawasan dari penegak hukum atau pejabat yang berwenang dalam melakukan pengawasan. Strategi yang terpilih yaitu meningkatkan kepatuhan nelayan dalam penggunaan alat tangkap ikan, peningkatan lapangan kerja, perlu adanya sanksi oknum yang melanggar aturan, meningkatkan pengawasan dilaut dan meningkatkan komunikasi antar nelayan dengan pemerintah. &#13;
Kata kunci : Pukat Hela, Penangkapan Ikan Ilegal, Implementasi Kebijakan, SWOT&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116843</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-02 12:30:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-02 14:27:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>