ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN PERHITUNGAN ULANG EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG AMD DAN SIMPANG LHONG RAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN PERHITUNGAN ULANG EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG AMD DAN SIMPANG LHONG RAYA)


Pengarang

Muhammad Dani Auliya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sugiarto - 198104102006041003 - Dosen Pembimbing I
Yusria Darma - 197301301999031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904101010108

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Persimpangan adalah suatu simpul transportasi yang terdiri dari beberapa pendekat. Beberapa dari pendekatan ini bertemu dan memotong saat pengguna jalan meninggalkan persimpangan. Persimpangan dibagi menjadi simpang tidak bersinyal dan simpang bersinyal. Simpang bersinyal dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang bertujuan untuk mengurangi konflik dan membuat arus pada simpang berjalan dengan semestinya yang dihitung menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023). Perlu dilakukannya pengkalibrasian ulang PKJI 2023 guna memenuhi standar efektifitas simpang bersinyal saat ini. Untuk memecahkan masalah ini, maka harus dilakukan penelitian terhadap nilai ekivalensi mobil penumpang. Menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023) nilai ekivalensi mobil penumpang dengan sepeda motor (SM) 0,15; kendaraan ringan (KR) 1,00; dan kendaraan besar (KB) 1,30; tetapi ini tidak selalu dapat diterapkan, karena dapat dimodifikasi. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengkalibrasian ulang nilai ekivalensi mobil penumpang pada PKJI 2023. Penelitian ini dilakukan pada dua simpang bersinyal yaitu Simpang AMD Batoh dan Simpang Lhong Raya. Penelitian ini dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model nilai ekivalensi mobil penumpang yang dihasilkan ini dapat digunakan untuk memprediksi kapasitas simpang, terutama untuk tujuan desain dan pengoperasian simpang. Kalibrasi model ini dirumuskan dengan sepeda motor (SM) 0,12; kendaraan ringan (KR) 1,00; becak motor (BM) 0,64; dan kendaraan besar (KB) 1,61; dapat diterima dengan tingkat keakuratan untuk pengujian signifikansi ≤ 5% dan pengujian koefisien determinasi ≥ 75%. Model ini juga tervalidasi untuk simpang berlengan pendekat 3,5-9,5 m.

An intersection is a transport node consisting of several approaches. Some of these approaches converge and intersect as road users leave the intersection. The intersection is divided into a non-signalized intersection and a signalized intersection. Signalized intersections are equipped with Traffic Signaling Tool (APILL) which aim to reduce conflicts and make the flow at intersections run properly which is calculated using the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI, 2023). It is necessary to recalibrate PKJI 2023 to meet the current standards for the effectiveness of signaling intersections. To solve this problem, research must be carried out on the equivalence value of passenger cars. According to the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI, 2023) the equivalence value of passenger cars with motorcycles (SM) is 0.15; light vehicle (KR) 1.00; and large vehicles (KB) 1.30; But this is not always workable, since it can be modified. Therefore, the purpose of this study is to recalibrate the equivalence value of passenger cars in PKJI 2023. This research was conducted at two signalized intersections, AMD Batoh intersection and Lhong Raya intersection. This study was conducted using simple linear regression. The results of this study show that the resulting passenger car equivalence value model can be used to predict intersection capacity, especially for intersection design and operation purposes. The calibration of this model is formulated with a motorcycle (SM) 0.12; light vehicle (KR) 1.00; rickshaw (BM) 0.64; and large vehicles (KB) 1.61; Acceptable with an accuracy level for significance testing ≤ 5% and determination coefficient testing ≥ 75%. This model is also validated for intersections of 3.5-9.5 m.

Citation



    SERVICES DESK