<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116780">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN EKSPLORASI PANAS BUMI DI WILAYAH KOMPLEKS GUNUNG API BUR NI GEUREUDONG, PROVINSI ACEH, BERDASARKAN METODE REMOTE SENSING, GEOLOGI, GEOFISIKA, DAN GEOKIMIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Deviyani Rusdiyanti Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kompleks Gunung Api Bur Ni Geureudong yang berada di tengah Provinsi Aceh, merupakan wilayah yang memiliki sumber energi panas bumi. Namun, informasi terkait sistem panas bumi di wilayah tersebut masih sangat terbatas sehingga studi eksplorasi pada wilayah ini merupakan suatu kebaharuan. Pada penelitian ini, kajian eksplorasi panas bumi telah dilakukan di wilayah kompleks gunung api tersebut untuk memahami kondisi dan karakteristik sistem panas bumi. Kajian eksplorasi dilakukan melalui metode remote sensing, geologi, geofisika, dan geokimia. Kajian pertama dalam penelitian ini menggunakan metode remote sensing yang dilakukan melalui analisis Suhu Permukaan tanah/Land Surface Temperature (LST) yang didapatkan melalui pengolahan citra Landsat 8 OLI//TIR. Hasil analisis LST menunjukkan bahwa distribusi temperatur permukaan tanah di wilayah penelitian mencapai 14o - 41oC. Adanya anomali termal tinggi yang teramati dibeberapa lokasi yang diduga disebabkan oleh  aktivitas panas bumi dan vulkanik yang berada di bawah permukaan. Kajian kedua merupakan kajian geologi yang dilakukan berdasarkan interpretasi topografi pada citra stereoscopic (anaglyph image). Penelitian ini bertujuan untuk memahami geothermal play yang terjadi di wilayah Kompleks Gunung Api Bur Ni Geureudong serta menghasilkan peta geologi dan morfologi dengan informasi terbaru. Analisis dilakukan melalui metode interpretasi visual dan teknik lineament manual. Informasi-informasi yang tampilkan dalam peta geologi dan morfologi tersebut meliputi distribusi unit geologi, patahan aktif regional, sebaran manifestasi panas bumi, puncak vulkanik, kaldera dan maars, morfologi berupa kipas piroklastik, delta, danau, lembah dan sungai. Selain itu, ditemukan adanya beberapa patahan aktif regional yang belum terpetakan sebelumnya sehingga identifikasi patahan tersebut juga menjadi kebaharuan yang dihasilkan dari penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis geologi, sistem panas bumi Bur Ni Geureudong merupakan sistem panas bumi dominasi-konveksi dengan entalpi tinggi yang berasosiasi dengan sistem vulkanik dan tektonik sehingga sangat potensial untuk pengembangan sumber energi alternatif. Kemudian kajian ketiga merupakan aplikasi metode geofisika dalam studi eksplorasi panas bumi di wilayah tersebut berdasarkan metode gravitasi dan magnetik. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan struktur geologi bawah permukaan yang berasosiasi dengan sistem panas bumi. Data yang digunakan berupa data pengukuran gravitasi dan medan magnetik yang diperoleh dari dua lintasan pengukuran yang saling berpotongan berarah Barat Daya-Timur Laut dan Tenggara-Barat Laut. Dilakukan pengolahan data pada data gravitasi dan medan magnetik untuk memperoleh nilai anomaly gravitasi dan anomaly magnetik. Nilai anomali gravitasi dan magnetik tersebut kemudian dilakukan permodelan forward modeling 2D untuk memodelkan struktur bawah permukaan di kedua lintasan pengukuran. Hasil pemodelan pada kedua lintasan menunjukkan bahwa stratigrafi daerah penelitian terdiri dari tiga lapisan batuan. Lapisan pertama dan kedua merupakan batuan vulkanik yang masing-masing memiliki nilai densitas 2 gr/cm3 dan 2.3 gr/cm3 serta nilai suseptibilitas 0.2x106SI dan 0.4x106SI. Sedangkan lapisan ketiga merupakan batuan dasar yang berasal dari zaman pra-tersier dengan nilai densitas 2.7 gr/cm3 dan nilai suseptibilitas 0.5x106SI. Ditemukan adanya batuan intrusi dengan nilai densitas 3.2 gr/cm3 dan nilai suseptibilitas 0.2x106SI. Batuan intrusi ini diduga merupakan sumber panas (heat source) pada sistem panas bumi Bur Ni Geureudong. Selain itu ditemukan juga keberadaan batuan penudung (cap rock) sebagai lapisan impermeabel yang ditunjukkan dengan nilai densitas dan suseptibilitas rendah yaitu 1.4 gr/cm3 dan 0.15 x106SI.  Zona patahan atau rekahan juga terpetakan pada model penampang 2D sebagai zona aliran fluida mencapai permukaan sebagai manifestasi panas bumi. Kemudian kajian terakhir adalah kajian geokimia yang dilakukan terhadap air panas pada empat lokasi sumber mata air panas (hotspring), yaitu mata air panas Pinto Rime Gayo, Mata air panas Simpang Balek, Mata Air panas Uning Bertih dan Mata air panas Silih Nara. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa air panas pada semua hotspring merupakan immature water dan tidak berada dalam kesetimbangan. Sumber fluida panas bumi pada keempat manifestasi tersebut berasal dari air meteorik yang mencapai reservoir melalui rekahan dan lapisan permeabel. Berdasarkan hasil perhitungan geotermometer air panas, temperatur reservoir panas bumi wilayah ini mencapai 171⁰-289⁰C. Hasil kajian eksplorasi dari keempat metode tersebut kemudian diintegrasikan sehingga menghasilkan suatu kebaharuan berupa model konseptual panas bumi yang menggambarkan kondisi dan karakteristik dalam sistem panas bumi di wilayah Kompleks Gunung Api Bur Ni Geureudong. Berdasarkan hasil integrasi metode-metode tersebut dan model konseptual diketahui bahwa sumber panas bumi di wilayah Bur Ni Geureudong sangat potensial untuk dilakukan penelitian eksplorasi lebih dalam sebagai upaya pengembangan sumber energi panas bumi di wilayah tersebut. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Sistem panas bumi, kajian eksplorasi, model konseptual panas bumi, kompleks Gunung Api Bur Ni Geureudong.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116780</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-23 15:58:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-24 09:58:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>