<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116774">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN POTENSI DAUN MORINGO OLEIFERA DAN CARICA PAPAYA SEBAGAI ANTIFATIGUE PADA TIKUS WISTAR YANG DIBERIKAN AKTIVITAS FISIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aditya Candra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fatigue merupakan ketidakmampuan tubuh dalam merespon suatu stimulus yang disebabkan oleh laktat sehinga menganggu metabolisme tubuh. Kondisi ini dapat dicegah dengan pemberian powder supplement dan ergogenik lainnya (Abbiss &amp; Laursen, 2005).&#13;
Penelitian powder supplement terus dikembangkan diantaranya dari daun Moringa oleifera dan Carica papaya yang memiliki aktivitas antifatigue. Lokasi tumbuh tanaman berpengaruh pada metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian tahap I menunjukkan bahwa tekstur partikel tanah di Lambhuk, Kajhu, dan Ie Seum secara berurutan adalah lempung, lempung berpasir, dan lempung berdebu. &#13;
Penelitian tahap II memperoleh taksonomi tanaman papaya yaitu C. papaya dan tanaman kelor yaitu Moringa oleifera. Hasil pH tanah daerah Kajhu, Ie Seum, Lambhuk masing-masing 6.6, 5.1, 5.9. dan suhu tanah 38.5oC, 33.9 oC, dan 32.4 oC. &#13;
Penelitian tahap III, metabolit sekunder daun C. papaya di daerah Kajhu dan Lambhuk yaitu alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, dan fenolik. Sampel daun dari Ie Seum tidak memiliki saponin. Daun M. oleifera dari ketiga lokasi mengandung alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, fenolik, dan tannin. &#13;
Penelitian tahap IV diperoleh hasil uji GC-MS daun C. papaya dari Kajhu, Lambhuk dan Ie Seum masing-masing 24, 23, 17 senyawa dan untuk M. oleifera masing-masing 28, 24, dan 27 senyawa. Senyawa yang mengandung efek antifatigue adalah Neophytadiene, Hexadecanoic acid;  Phytol; 9,12,15- octadecatrienoic acid; Linolenic acid; Squalene; Gamma.-Tocopherol; Vitamin E; Carpaine; Methyl Commate B dan 5-Isopropyl-6-methyl-hepta-3,5-dien-2-ol.&#13;
Penelitian tahap V menganalisa efek powder supplement terhadap fatigue tikus Wistar (kontrol negatif (K1), C. papaya 200 mg (K2), M. oleifera 200 mg (K3), C. papaya + M. oleifera 200 mg (K4), C. papaya 400 mg (K5), M. oleifera 400 mg (K6) dan C. papaya + M. oleifera 400 mg (K7)). K5 memiliki antifatigue tertinggi (35.65 ± 22.25). Histologi serat otot sama untuk semua kelompok dan angiogenesis memiliki nilai bermakna pada K2, K3, K5, dan K7.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116774</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 21:54:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-23 09:01:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>