<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116773">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS MODEL INTERVENSI ANTI-STIGMA BERBASIS KESEHATAN DAN ISLAM DALAM UPAYA MEMINIMALISIR PEER STIGMA KESEHATAN JIWA PADA REMAJA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aiyub</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Remaja dengan Masalah Kesehatan Jiwa (MKJ) sering menghadapi stigma dari&#13;
teman sebaya (peer stigma). Membiarkan remaja dengan MKJ berjuang sendiri melawan&#13;
peer stigma sangat berbahaya. Peer stigma dapat menyebabkan penurunan self-esteem dan&#13;
self-efficacy, sehingga remaja dengan MKJ kehilangan motivasi, sulit membina hubungan&#13;
sosial, diperlakukan diskriminatif (bullying), performa akademik menurun, rentan dropout&#13;
dari sekolah, menghindari layanan kesehatan, kemampuan recovery menurun, serta&#13;
berpotensi mengalami gangguan jiwa berat dan bunuh diri. Intervensi anti-stigma sangat&#13;
penting dalam membantu penderita MKJ melawan stigmatisasi. Program edukasi untuk&#13;
meningkatkan Mental Health Literacy (MHL) merupakan model intervensi anti-stigma&#13;
yang popular dan sering digunakan. Namun model edukasi yang ditawarkan umumnya&#13;
menggunakan pendekatan kesehatan. Sangat jarang model intervensi menggunakan&#13;
pendekatan agama. Sementara agama memiliki kontribusi besar dalam pembentukan dan&#13;
penyebaran peer stigma. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model intervensi antistigma melalui peningkatan MHL berbasis kesehatan dan Islam dalam meminimalisir peer&#13;
stigma pada remaja. Penyusunan model intervensi dilakukan melalui studi kualitatif dan&#13;
tinjauan literatur yang kemudian disusun dalam dua modul (berbasis kesehatan dan Islam).&#13;
Program MHL dilakukan dalam 5 sesi dengan metoda presentasi, diskusi, simulasi, video&#13;
edukasi dan storytelling. Pengujian efektivitas program MHL dilakukan di tiga SMP di&#13;
Kota Banda Aceh dengan pendekatan cluster randomized controlled trial. Sekitar 180&#13;
responden yang terlibat dipilih secara multi-stage random sampling. Responden dibagi&#13;
dalam 3 kelompok penelitian, yaitu kelompok Anti-Stigma Intervention with Health&#13;
Approach (ASI-HA), kelompok Anti-Stigma Interventions with Islamic Approach (ASIIA) dan Control Group (CG). Pengumpulan data dilakukan tiga kali, yaitu: baseline, posttest, dan follow-up. Pengumpulan data menggunakan dua kuisioner pengetahuan yang&#13;
dikembangkan peneliti (berbasis kesehatan dan Islam) dan satu kuesioner peer stigma (peer&#13;
mental health stigmatization scale) yang sudah dikembangkan sebelumnya (existing).&#13;
Analsisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test, Wilcoxon signed rank test,&#13;
independent sample t-test, Mann Whitney u test dan Generalized Estimating Equation&#13;
(GEE). Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan&#13;
dan peer stigma pada kedua kelompok intervensi pada perbandingan antara baseline versus&#13;
post-test dan post-test versus follow-up. Perbedaan ini tidak terjadi pada kelompok kontrol&#13;
baik pada perbangdingan atanra baseline versus post-test, maupun post-test versus followup. Perbedaan nilai rata-rata pengetahuan dan peer stigma juga terjadi pada perbandingan&#13;
antara kelompok intervensi dengan kontrol pada baseline, post-test, dan follow-up.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedua model intervensi anti-stigma&#13;
efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan jiwa dan meminimalisir peer stigma pada&#13;
remaja. Berdasarkan pengaruh intervensi (effect size), program MHL berbasis kesehatan&#13;
secara keseluruhan lebih efektif, namun MHL berbasis Islam pengaruhnya belum menurun&#13;
pada empat minggu paska intervervensi. Penggunaan kedua model intervensi tesebut dalam&#13;
upaya meminimalisir peer stigma pada remaja sangat baik karena kedua program ini&#13;
memiliki terbukti efektif menurunkan peer stigma. Kedepan, pengujian efektivitas&#13;
gabungan intervensi berbasis kesehatan dan Islam penting dilakukan untuk melihat apakah&#13;
efektivitasnya menurun, konsisten atau meningkat.&#13;
&#13;
Kata kunci: Peer Stigma, Intervensi anti-stigma, gangguan kesehatan jiwa, remaja,&#13;
sekolah. `</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116773</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 20:04:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-23 08:58:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>