GAMBARAN SENSITIVITAS ISOLAT CANDIDA ALBICANS ORAL TERHADAP NISTATIN DAN FLUKONAZOL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUDZA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN SENSITIVITAS ISOLAT CANDIDA ALBICANS ORAL TERHADAP NISTATIN DAN FLUKONAZOL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUDZA BANDA ACEH


Pengarang

Intan Syuhada - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0707101110018

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolik yang disebabkan hiperglikemia kronik. Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik yang umumnya terjadi pada pasien diabetes melitus. Nistatin dan flukonazol sering digunakan sebagai obat anti jamur dalarn perawatan kandidiasis oral yang biasanya disebabkan oleh C. albicans. Dewasa ini, terjadi peningkatan resistensi terhadap nistatin dan flukonazol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi sensitivitas isolat C. albicans oral terhadap nistatin dan flukonazol pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian deskriptif cross sectional ini mengikutsertakan 38 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUDZA. Spesimen yang berasal dari basil kumur diidentifikasi pada media Chromagar Candida dengan mendeteksi karakteristik warna. Uji tambahan dilakukan untuk diferensiasi isolat C. dubliniensis dan C. a/bicans dengan mengarnati pertumbuhan spesies Candida pada suhu 45"C. Metode difusi cakram digunakan untuk uji sensitivitas nistatin dan flukonazol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. albicans yang diisolasi pada 31 subjek pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUDZA Banda Aceh 100% sensitif terhadap nistatin sedangkan terhadap tlukonazol sensitif 74,2%, intermediat 16,1% dan resisten 9,7%. Disimpulkan bahwa seluruh C albicans sensitif terhadap nistatin dan sebagian besar sensitif terhadap flukonazol (74,2%) secara in vitro.

Kata kunci:
Sensitivitas, Candida. albicans, nistatin, flukonazol, diabetes melitus tipe 2.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK