UJI ANTIFUNGAL SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWARNTERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANSRNBERDASARKAN PERUBAHAN SUHU DAN LAMA PEMANASAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI ANTIFUNGAL SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWARNTERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANSRNBERDASARKAN PERUBAHAN SUHU DAN LAMA PEMANASAN


Pengarang

Khairina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101070077

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prevalensi dari infeksi fungal oportunistik semakin meningkat terutama pada keadaan defisiensi imun dan pemakaian gigi tiruan seperti kandidiasis oral yang disebabkan oleh Candida albicans. Salah satu alternatif pengobatan antifungal yang bersumber dari hewani adalah susu kambing. Secara umum susu yang cenderung digunakan sebagai bahan aktif antifungal tersebut terlebih dahulu dilakukan pasteurisasi. Metode pasteurisasi susu meliputi Low Temperature Long Time (LTLT) dan High Temperature Short Time (HTST). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antifungal susu kambing Peranakan Etawa terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans berdasarkan perubahan suhu dan lama pemanasan. Penelitian ini menggunakan metode Standard Plate Count (SPC) dengan 4 kelompok perlakuan, yaitu K1 susu pasteurisasi LTLT, K2 susu pasteurisasi HTST, K3 kontrol positif, K4 kontrol negatif dengan 3 kali pengulangan. Jumlah suspensi jamur diukur dengan spektrofotometer. Parameter yang diamati yaitu jumlah koloni Candida albicans yang dihitung menggunakan colony counter. Hasil penelitian ini
menunjukkan jumlah rata-rata koloni Candida albicans pada pengenceran 10
dengan perlakuan susu pasteurisasi LTLT adalah 14,33 x 10 3 CFU/mL, pada susu pasteurisasi HTST 21 x 10 3 CFU/mL, pada kontrol positif 5,67 x 10 3 CFU/mL,
sedangkan pada kontrol negatif 29 x 10 3 CFU/mL. Data hasil perhitungan dianalisis dengan ANOVA dengan a=0,05 dan dilanjutkan dengan Least Significance Difference (LSD). Berdasarkan hasil analisis disimpulkan babwa susu kambing Peranakan Etawa dengan pasteurisasi HTST dan LTLT dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans, namun antara kelompok susu pasteurisasi LTLT dan HTST tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna.

Kata kunci : Antifungal, Candida albicans, susu kambing Peranakan Etawa, HTST
dan LTLT.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK