<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116762">
 <titleInfo>
  <title>EFEK  PEMBERLAN  CITICOLINE  TERHADAP EXTENSOR  POSTURAL  THRUST  PASCACEDERA  SARAF                  ,RNSCIATICUS  PADA TLKUS PUTIH  (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ilham Fariz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cilicoline    (CDP-choIine)  merupakan  senyawa  endogen  yang  berfungsi sebagai senyawa intermediate  dalam sintesis fosfolipid membran.   sintesis  asetilkolin dan  sebagai   donor  metal     Citicoline  dapat  memberikan  efek  kolinergik  dan neuroprotektif.   Citicoline    juga   dapat   meningkatkan  integritas   struktural   dan fungsional membran sel saraf serta  membantu perbaikan membran sel saat  terjadi cedera sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran citicoline  terhadap perbaikan  fungsi motorik    pascacedera  saraf  sciaticus,  Penelitian  ini  merupakan penelitian eksperimental  laboratorik yang menggununakan  40 ekor tikus putih jantan (Rattus   norvegicus).  Tikus  dibagi kedalam 4 kelompok percobaan yaitu kelompok I  sebagai kelompok kontrol  positif, kelompok  II sebagai kelompok  kontrol negatif&#13;
sedangkan  kelompok III, IV sebagal  kelompok  perlakuan,   Kelompok kontrol positif  adalah  kelompok yang  dibalut dengan  spons  gelatin  yang dibasahi dengan  0.4  cc  larutan  saline  0,9%, kelompok  kontrol  negatif adalah  tidak diberikan  perlakuan  sedangkan kelompok perlakuan  adaIah kelompok yang dibalut dengan spons gelatin yang dibasahi dengan citicoline  0.4 cc  dan  citicoline   0,8 cc.   Penilaian perbaikan fungsi motorik dapat dilakukan dengan metode extensor  postural   thrust   Metode ini dilakukan dengan cara  menyentuhkan  kaki   tikus pada   timbangan sehingga kaki  tikus mendorong     timbangan    tersebut.    Dan   hasil   analisis    extensor  postural   thrust   didapatkan bahwa   citicoline    berperan dalam proses perbaikan   fungsi motorik  saraf. Dengan demikian dapat  disimpulkan bahwa citicoline  dapat berperan dalam proses   perbaikan  fungsi  matorik  pascscedera   saraf  sciaticus  pada   tikus  putih  (Rattus  norvegicus).&#13;
&#13;
Kata Kunci : Fungsi motorik saraf, citicoline.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116762</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 10:35:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 10:35:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>