<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116755">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG TELUR PADA KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tamalkhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembuangan cangkang telur ke tempat pembuangan sampah telah berkembang menjadi permasalahaan lingkungan. Namun demikian, masalah ini mulai diselesaikan ketika penggunaan cangkang telur mulai dikenal pada bidang keteknikan seperti pengganti semen dalam campuran beton dan mulai dikembangkan untuk penggunaan pada campuran aspal. Penelitian ini berfokus pada transformasi cangkang telur menjadi abu cangkang telur dan potensinya sebagai pengubah dalam pengikat aspal dan campuran aspal dengan mengevaluasi sifat-sifat pengikat aspal yang dimodifikasi dengan abu cangkang telur serta penerapannya dalam rekayasa teknik. Persentase berat abu cangkang telur dalam aspal ditentukan dengan mempertimbangkan lima tingkat (2%, 5%, 7%, 10%, dan 12%) dengan variasi suhu pemanasan 100°C dan 200°C. Sejumlah tes dilakukan secara komprehensif dalam mengevaluasi karakteristik abu cangkang telur, diantaranya analisis SEM-EDS, FTIR, XRD serta viskositas brookfield dan rheometer dynamic shear rheometer (DSR) pada aspal. Kelompok oksida utama yang ada dalam abu cangkang telur adalah CaCO3, konsentrasi yang lebih tinggi dari abu cangkang telur meningkatkan ketahanan pengikat aspal terhadap suhu tinggi seperti yang ditunjukkan pada hasil indeks penetrasi (PI). Selain itu, pengujian DSR mengungkapkan bahwa penambahan abu cangkang telur meningkatkan kekakuan pengikat aspal dan ketahanan terhadap deformasi. Pada campuran aspal porus, penambahan abu cangkang telur dalam berbagai proporsi dilalukan melalui pengujian laboratorium parameter marshall, binder drain-down, cantabro loss dan pemeabilitas. Kandungan abu cangkang telur yang lebih rendah seperti 2% (E100-2%), mendukung nilai stabilitas dengan meningkatkan kohesi pengikat-agregat yang lebih baik. Sebaliknya, proporsi yang lebih tinggi, seperti 12% (E100-12%), menunjukkan penurunan nilai stabilitas. Rentang abu cangkang telur optimal antara 2% hingga 7% diusulkan yang mencapai keseimbangan distribusi antara interaksi dan pengaruh suhu. Nilai flow dan binder drain-down yang menggaris bawahi peningkatan kelenturan dan daya rekat. Selain itu, pengujian cantabro loss memperlihatkan nilai keuntungan persentase abu cangkang telur yang lebih rendah dalam meningkatkan ketahanan aus. Pemanasan pada suhu 100°C memiliki potensi signifikan untuk mengoptimalkan kinerja campuran aspal terhadap interaksi abu cangkang telur dan sifat mekanisnya. Secara keseluruhan penyelidikan ini tidak hanya menawarkan pemahaman komprehensif tentang peningkatan campuran aspal tetapi juga menyajikan arah penelitian menuju material berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116755</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-19 19:33:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 09:51:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>