PENGARUH CHITOSAN GLADIUS CUMI-CUMI (LOLIGO SP) TERHADAPRNJUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)RNJANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH CHITOSAN GLADIUS CUMI-CUMI (LOLIGO SP) TERHADAPRNJUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)RNJANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS


Pengarang

Nur hazizah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0907101110013

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyembuhan Iuka merupakan tahapan yang kompleks. Proses penyembuhan Iuka ini terdiri dari hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi dan fase remodeling. Fibroblas merupakan sel yang paling banyak ditemui pada jaringan ikat. Sel ini akan terlihat jelas aktivitasnya saat terjadi luka. Fibroblas memegang peranan penting k.arena sel ini berfungsi dalam menghasilkan serat kolagen yang dibutuhkan dalam mengembalikan integritas Iuka dalam proses penyembuhan Iuka Chitosan merupakan biopolimer aJam yang ditemukan memiliki kemampuan dalarn mempercepat penyembuhan Iuka. Salah satu jenis chitosan yang terdapat dialam adalah p-chitosan. -chitosan merupakan produk chitosan yang berasal dari gladius cumi-cumi (Loligo sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh -chitosan terhadap jumlah fibroblas pada tikus Wistar jantan. Sebanyak
16 ekor tikus putih Wistar yang dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu 8 ekor pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan apapun setelah luka insisi dilakukan dan
8 ekor pada kelompok perlakuan yang diberi p-chitosan pada luka insisi bagian gingiva labial sebanyak 2x sehari selama 7 hari. Kemudian jaringan Iuka diamati secara histopatologi dengan pembesaran 400x dengan 5 lapangan pandang untuk menghitung jumlah fibroblas secara manual. Hasil peogamatan rerata jumlah fibroblas kelompok kontrol adalah 12±2,5 sedangkan kelompok perlakuan adalah
26±6,3. Hasil anaJisis uji t tidak berpasangan dengan nilai signifikansi p=0,000 (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK