<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116713">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI ANTIHIPERURISEMIA DAN ANTI-ARTRITIS GOUT KANDUNGAN BIOAKTIF TERIPANG (HOLOTHURIA ATRA) PULAU SIMEULEU ACEH.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ikhsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hiperurisemia merupakan gangguan metabolisme berupa peningkatan kadar asam urat serum (AUS) dalam darah dan pengendapannya pada persendian akan menyebabkan artritis gout. Asam urat merupakan produk metabolisme purin yang melibatkan pemecahan hipoxantin menjadi xantin dan selanjutnya menjadi asam urat oleh enzim yang disebut xantin oksidase (XOD). Hingga saat ini, inhibisi aktivitas XOD merupakan target utama dalam menurunkan kadar AUS. Allopurinol merupakan salah satu inhibitor XOD yang digunakan secara klinis untuk mengobati hiperurisemia dan artritis gout. Namun demikian, meskipun saat ini allopurinol saat ini masih merupakan lini pertama terapi, obat ini memiliki berbagai efek samping yang merugikan. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan alam mulai dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan dari segi pengobatan dan efek samping yang ditimbulkan. Salah satu sumber alam yang memiliki kandungan dengan potensi teurapeutik yaitu Teripang dengan nama latin Holothuria atra (H. atra). Penelitian ini dilakukan untuk melihat aktivitas antihiperurisemia dan anti-artritis gout dari ekstrak Teripang H. atra. Analisis mencakup penapisan fitokimia, analisis GC-MS, uji toksisitas BSLT, analisis in silico serta uji eksperimental menggunakan hewan uji (Rattus novergicus). Parameter penilaian antihiperurisemia yaitu kadar AUS, fungsi ginjal (BUN dan kreatinin), fungsi hati (SGOT dan SGPT) dan ekspresi transporter urat ginjal. Sedangkan parameter penilaian anti-artritis gout yaitu ukuran edema sendi dan kadar TNF-a. Penapisan fitokimia bagian daging Teripang H. atra menggunakan ekstrak n-Heksan, etil asetat, etanol dan metanol mengidentifikasi berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, terpenoid, tanin dan steroid. Analisis GC-MS mengidentifikasi dominasi asam lemak berupa asam arakidonat serta golongan ester. Uji toksisitas BSLT menunjukkan seluruh ekstrak memiliki nilai bioaktivitas tinggi dengan aktivitas terbaik terdapat pada ekstrak etanol dengan nilai LC50  yaitu 2.532392 µg/mL yang tergolong toksisitas tinggi. Analisis in silico menunjukkan Fatty Acid Binding Protein 3 (FABP3) dan Peroxisome Proliferator Activated Receptor Gamma (PPARG) mampu memfasilitasi interaksi dengan XDH serta mentarget OAT1 (SLC22A6) dan OAT3 (SLC22A8). Docking dilakukan secara spesifik dengan menargetkan binding site protein XDH yang berikatan dengan XDH Flavonoid Inhibitor yaitu Quercetin. ReDock Quercetin menghasilkan skor RMSD sebesar 1.86 dan nilai skor binding affinity XDH/XO dengan Quersetin adalah -7,89. Uji aktivitas antihiperurisemia menggunakan ekstrak n-Heksan daging Teripang H. atra pada hewan uji tikus Wistar jantan yang diinduksi hiperurisemia dengan menggunakan potassium oksonat (PO). Terdapat penurunan signifikan kadar AUS pre test dan post test pada kelompok ekstrak n-Heksan daging Teripang H. atra 150 mg (p=0.001). Ketiga dosis ekstrak n-Heksan daging Teripang H. atra menunjukkan penurunan SGOT bermakna antara pre test dan post test (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116713</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-17 14:30:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-17 16:10:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>