<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116680">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS TRANSDERMAL PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN CARICA PAPAYA, CHROMOLAENA ODORATA, DAN AVERRHOA BILIMBI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tahara Dilla Santi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks meliputi inflamasi, proliferasi sel, sintesis matriks ektraseluler, angiogenesis dan remodeling. Beberapa penelitian menunjukkan TGF-β berperan dalam penyembuhan luka dengan menginduksi α5β1 yang penting dalam migrasi sel endotel selama proses angiogenesis. Selain itu TGF-β memiliki aktivitas kemo-antraktan bagi fibroblas dan menstimulasi proliferasi untuk membentuk jaringan granulasi baru, peningkatan kontraksi luka dan migrasi sel keratinosit. Masyarakat Indonesia menggunakan tanaman herbal untuk penyembuh luka. Tumbuhan C. papaya, C. odorata dan A. bilimbi merupakan tanaman obat yang telah digunakan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh untuk menyembuhkan luka. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak daun C. papaya, C. odorata dan A. bilimbi dalam penyembuhan luka insisi pada tikus normal dan hiperglikemia. &#13;
Penelitian awal adalah skrining fitokimia ketiga ekstrak daun. Hasil yang diperoleh menunjukkan semua sampel mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, fenolik, steroid dan terpenoid. Kandungan tanin hanya terdeteksi pada daun C. papaya dan C. odorata. Selanjutnya dilakukan identifikasi senyawa kimia aktif melalui Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan diperoleh 16 senyawa ekstrak daun C. papaya, 20 senyawa ekstrak daun C. odorata dan 17 senyawa ekstrak daun A. bilimbi. Hasil optimasi formulasi transdermal patch daun menunjukkan ketebalan patch antara 0.15-0.16 mm, bobot 80.17-80.43 mg, moisture content 1.41-1.62%, dan uji lipatan &gt;300. Hasil ini menunjukkan patch sesuai dan dapat diaplikasikan pada kulit manusia. &#13;
Penelitian selanjutnya menguji transdermal patch pada tikus yang dibagi menjadi 10 kelompok yaitu kontrol negatif (P1), kontrol positif (P2), transdermal patch daun C. papaya (P3), transdermal patch daun C. odorata (P4), transdermal patch daun A. bilimbi (P5), kontrol negatif-hiperglikemia (P6), kontrol positif-hiperglikemia (P7), transdermal patch daun C. papaya-hiperglikemia (P8), transdermal patch daun C. odorata-hiperglikemia (P9), transdermal patch daun A. bilimbi-hiperglikemia (P10). Seluruh tikus dibuat luka insisi dan diberikan transdermal patch yang diganti setiap 2 hari selama 14 hari. Hasil analisis one-way ANOVA dengan program SPSS versi 26 diperoleh skor CSI tertinggi pada P1 dan P6 dibandingkan P7. Selanjutnya penutupan luka meningkat dari hari ke-3 sampai 13 pada semua kelompok dan penutupan luka terbesar pada kelompok P2 dan P4. Konsentrasi TGF-β mengalami penurunan dari hari ke 14 dibandingkan hari ke-7 dan penurunan paling signifikan pada kelompok P4. Hasil histologi pada hari ke-7 menunjukkan lapisan epidermis lebih tebal dan jaringan granular terisi penuh sel dan arteri mengisi luka secara penuh pada kelompok kontrol positif dan eksperimen dibandingkan dengan kontrol negatif. Pada hari ke-14 kolagen lebih banyak, keropeng sangat kecil dan epitelisasi meningkat.&#13;
&#13;
Kata kunci: penyembuhan luka, C. papaya, C. odorata, A. bilimbi, transdermal patch&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116680</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-12 10:24:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-12 10:44:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>