<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116648">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN SEL PUNCA MESENKIM TALI PUSAT TERHADAP PENURUNAN HIPERPLASIA INTIMA PADA KELINCI MODEL ARTERIOVENOUS FISTULA (AVF), TINJAUAN TERHADAP HISTOPATOLOGI, EKSPRESI HIF-1, ENOS DAN MMP-2</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yopie Afriandi Habibie</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan. Metode akses vaskular permanen yang direkomendasikan adalah arteriovenous fistula (AVF), namun dijumpai angka kegagalan pada 62% pasien setelah satu tahun karena stenosis dan hiperplasia intima (HI). Sel punca mesenkim tali pusat (SPMTP) yang memiliki sifat anti-inflamasi dapat membantu mengurangi HI. Untuk mengevaluasi efek sel punca mesenkimal, penelitian ini akan mengevaluasi secara histopatologi, HIF-1α, eNOS, dan kadar MMP-2.&#13;
&#13;
Metode.  Merupakan penelitian eksperimental, 28 kelinci jantan lokal model AVF, dibagi menjadi empat kelompok : kontrol negatif, kontrol positif dengan terapi plasebo, dan dua kelompok perlakuan yang diberikan sel punca mesenkim in situ atau intra vena. AVF dibuat dengan menggunakan anastomosis ujung ke sisi, dosis sel punca mesenkim adalah 1.000.000 sel/kilogram. Semua kelompok dikorbankan setelah 28 hari, dan data dianalisis menggunakan ANOVA dan post hoc. Penelitian ini sudah mendapatkan persetujuan dari komite etik. &#13;
&#13;
Hasil. Perlakuan sel punca mesenkim menunjukkan perbedaan yang signifikan pada area lumen, ketebalan tunika media, jumlah sel fibroblas, dan jumlah sel otot polos. Hasil ELISA menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kadar HIF-1α, eNOS, dan MMP-2. Sel punca mesenkim in situ lebih efektif dalam menurunkan kadar-kadar HIF-1α, eNOS, dan MMP-2 dibandingkan dengan intravena.&#13;
&#13;
Kesimpulan.  Penelitian ini telah memperlihatkan bahwa pemberian efek sel punca mesenkimal terhadap histopatologi, HIF-1α, eNOS, dan MMP-2 secara lokal dapat membantu mencegah kegagalan AVF dini pada model kelinci dengan menghambat hiperplasia intima. Sel punca mesenkim merupakan terapi inovatif dan potensi besar sebagai terobosan ilmiah dalam pencegahan dan pengurangan hyperplasia intima pada AVF.&#13;
&#13;
Kata Kunci. Model kelinci AVF, Hiperplasia Intima, Sel Punca Mesenkim Tali Pusat, Histopatologi, HIF-1α, eNOS, MMP-2&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116648</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-09 12:43:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-10 09:15:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>