<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116620">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI BEBERAPA VARIETAS DAN DOSIS MIKORIZA GLOMUS MOSSEAE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elia Ramadani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan  hasil pertanian yang mempunyai angka finansial tinggi. Upaya yang bisa dilakukan agar meningkatkan pengembangan tanaman cabai rawit yaitu dengan memanfaatkan benih unggul yang sudah terbukti dari varietas dan penggunaan kompos alami mikoriza. Tujuan penelitian ini untuk melihat efek beberapa varietas dan dosis mikoriza Glomus mosseae bagi pertumbuhan tanaman cabai rawit juga mengetahui hubungan kedua komponen tersebut. Pengujian ini telah berlangsung di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2023. Rancangan yang dipakai yakni Acak Kelompok dua faktor 3x2 dengan 3 ulangan, 6 campuran perlakuan dan 18 unit percobaan. Variabel yang dikaji yaitu varietas terbagi atas 3 taraf yakni varietas Bonita IPB, Feira IPB dan Shiara IPB serta dosis mikoriza Glomus mosseae yang terbagi dari 2 taraf yakni 0 dan 10 g/tanaman. Indikator yang diperhatikan yakni tingkat tumbuhan, lebar batang, total daun, tinggi dikotomus dan usia berbunga. Hasil pengujian membuktikan bahwa varietas memberikan pengaruh amat nyata bagi parameter tingkat tumbuhan usia 15, 30, 45 HST, total  daun usia 15, 30 HST, dan  usia berbunga serta berinteraksi nyata bagi parameter tinggi dikotomus namun tidak menunjukkan pengaruh nyata bagi parameter lainnya. Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang terbaik ditemukan pada varietas Shiara IPB. Dosis mikoriza memberikan pengaruh amat nyata bagi parameter tinggi tumbuhan usia 15, 30, 45 HST, lebar batang usia 15, 30, 45 HST, total daun usia 15, 30 HST namun tidak menunjukkan pengaruh nyata bagi parameter lainnya. Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang lebih bagus ditemukan pada dosis mikoriza 10 g/tanaman. Terjadi kombinasi antara varietas dan dosis mikoriza. Kombinasi terbaik dijumpai pada perlakuan varietas Shiara IPB dengan dosis mikoriza 10 g/tanaman bagi parameter tinggi tanaman umur 45 HST.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116620</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-06 10:57:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-06 11:53:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>