<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116525">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN INSOMNIA DENGAN KUALITAS HIDUP MELALUI  BANGKITAN EPILEPTIK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PASIEN EPILEPSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitria Armalivia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Spesialis Neurologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Epilepsi adalah kelainan otak ditandai dengan kecenderungan untuk menimbulkan bangkitan epileptik yang terus menerus, dengan konsekuensi neurobiologis, kognitif, psikologis, dan sosial. Penderita penyakit kronis seperti epilepsi, kesembuhan sulit dicapai dan pengobatan dilakukan dalam jangka waktu yang lama, sehingga kualitas hidup menjadi tujuan utama. Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami pasien epilepsi. Penelitian ini menganalisis hubungan insomnia dan bangkitan epileptik dengan kualitas hidup pasien epilepsi. Penelitian bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional, populasi penelitian adalah pasien epilepsi yang berobat di Poliklinik Neurologi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh selama bulan Juni-Agustus 2023, dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 pasien menjadi sampel penelitian dengan karakteristik sampel penelitian adalah 55,0% pasien mengalami insomnia, nilai skor Insomnia Severity Indeks (ISI) didapatkan nilai rata-rata 9,65, nilai rata-rata bangkitan epileptik adalah 5 kali, nilai rata-rata skor Qolie-10 sebagai indikator kualitas hidup adalah 2,32. Hasil analis data terdapat hubungan yang kuat antara insomnia dengan bangkitan epileptik (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INSOMNIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>EPILEPSY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.853</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116525</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 23:38:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-02 10:25:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>