<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116520">
 <titleInfo>
  <title>INDUKSI TUNAS BEBERAPA VARIETAS NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) DAN KONSENTRASI BAP SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firda Amalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nilam (Pogostemon cablin Benth.) adalah tanaman herba tropis yang menghasilkan minyak atsiri dikenal dengan minyak nilam. Nilam Aceh dibedakan menjadi varietas Tapaktuan, Lhokseumawe dan Sidikalang. Nilam Aceh tidak memiliki bunga, sehingga keragaman genetik tanaman sangat rendah. Serangan penyakit pada tanaman nilam seperti layu bakteri dan budog menyebabkan perbanyakan tanaman nilam sulit. Solusi perbanyakan bibit yang unggul dalam waktu yang relatif singkat dapat dilakukan melalui teknik kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui induksi tunas nilam varietas Tapaktuan, Lhokseumawe dan Sidikalang dengan konsentrasi BAP secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3x4 terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah varietas nilam terdiri atas 3 taraf, yaitu: Tapaktuan, Lhokseumawe dan Sidikalang, dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP terdiri atas 4 taraf, yaitu: kontrol, 0,5, 1, dan 1,5 mg L-1. Penelitian ini terdiri dari 12 kombinasi perlakuan dengan 6 ulangan, maka terdapat 72 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup eksplan nilam terdapat pada semua kombinasi perlakuan antara varietas Tapaktuan, Lhokseumawe, dan Sidikalang terhadap kontrol, BAP 0,5 mgL-1, BAP 1 mgL-1, dan BAP 1,5 mgL-1 yaitu 100% . Waktu muncul tunas cenderung cepat terdapat pada varietas Lhokseumawe + BAP 0,5 mgL-1 yaitu 17,5 HST. Persentase muncul tunas cenderung tinggi terdapat pada varietas Lhokseumawe+BAP 0,5 mgL-1 dan Lhokseumawe + BAP 1 mgL-1 yaitu 100% pada umur 4 MST. Jumlah tunas eksplan nilam cenderung lebih banyak terdapat pada varietas Sidikalang + BAP 0,5 mgL-1 yaitu 12 tunas. Jumlah daun eksplan nilam cenderung lebih banyak terdapat pada varietas Lhokseumawe + BAP 1 mgL-1 yaitu 13 helai. Eksplan nilam cenderung tinggi terdapat pada varietas Sidikalang + kontrol yaitu 8 cm. Persentase pembentukan kalus cenderung tinggi terdapat pada varietas Tapaktuan + BAP 1 mgL-1, Sidikalang + BAP 0,5 mgL-1, Sidikalang + BAP 1 mgL-1, Tapaktuan + BAP 1,5 mgL-1, Sidikalang + BAP 1,5 mgL-1 dan Sidikalang + kontrol yaitu diatas 50% pada umur 4 MST. Jumlah akar eksplan nilam cenderung banyak terdapat pada varietas Tapaktuan+kontrol yaitu 16,50 akar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116520</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 16:38:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 16:45:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>