<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116512">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN EMPATI PADA ANAK MELALUI STORY TELLING CERITA RAKYAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aulia Maulana Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Empati sudah seharusnya dibentuk sejak usia dini dimana empati menjadi akar dari kebaikan lainnya. Penanaman nilai empati diawali dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada anak tentang nilai tersebut. Story telling merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam proses transfer pengetahuan tentang empati yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pebedaan empati yang ditampilkan anak melalui story telling dan yang tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi eksperimen jenis Posttest-Only with Nonequivalent Group. Empati dalam penelitian ini diukur menggunakan sejumlah kartu yang berisikan gambar sketsa seorang anak yang tampak kesusahan. Setiap anak akan memberikan respon sesuai dengan 4 aspek empati dari Davis. Kelompok eksperimen akan mendengarkan story telling cerita rakyat sementara pada kelompok kontrol tidak dilakukan. Penelitian dianalisis menggunakan uji statistik non-parametik mann whitneyy u dengan nilai (p) = 0,084 &gt; 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari empati yang ditampilkan oleh anak pada kelompok kontrol dan eskperimen. Namun, data deskriptif memperlihatkan kelompok eksperimen memiliki respon empati yang sedikit lebih banyak daripada kelompok kontrol. Hasil studi ini mendorong perlunya studi lanjutan dengan kelompok subjek yang lebih besar dalam pelaksanaan story telling sebagai media anak-anak dalam membangun pemahaman tentang konsep kebaikan, menolong dan bersimpati terhadap orang lain yang secara tidak langsung dapat mendorong sikap mereka untuk menunjukkan empati. &#13;
Kata Kunci: Anak, Cerita Rakyat, Empati, Story Telling.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116512</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 15:53:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 16:20:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>