Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERILAKU PETANI MILENIAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA AGRIBISNIS USAHA TANI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
Adzkia Novisma - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Elvira Iskandar - 198210222009122003 - Dosen Pembimbing I
Agussabti - 196804081993031004 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105202010007
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S2) / PDDIKTI : 54101
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2023
Bahasa
Indonesia
No Classification
630.92
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Petani milenial dianggap mampu menjembatani antara petani muda dengan petani yang telah lama berusahatani. Namun kondisi yang terjadi di lapangan belum terlihat karakter spesifik yang dimiliki oleh petani milenial. Petani milenial masih dianggap sebagai pilihan kedua pekerjaan dan hanya label pada generasi muda yang bekerja sebagai petani. Petani milenial harus mampu merefleksikan semangat kebangkitan dan kejayaan negara agraris sebagai jalan dan upaya pemerintah dalam menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia (Kementan, 2021). Faktor pengambilan keputusan terhadap kinerja usahatani didukung oleh perilaku petani milenial itu sendiri yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan petani tersebut. Hal ini diperlukan agar petani mampu meningkatkan produktifitas dan mutu dari produk yang dihasilkan. Berdasarkan hal ini, petani dituntut harus menjadi lebih pintar agar kopi yang diproduksi bermutu baik sehingga untuk menghasilkan mutu yang baik dipengaruhi oleh perilaku petani milenial dalam pelaksanaan budidaya kopi (Zainura et al, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perilaku petani milenial dalam meningkatkan kinerja agribisnis usaha tani kopi di Kabupaten Aceh Tengah, (2) menganalisis faktor mempengaruhi perilaku petani milenial di Kabupaten Aceh Tengah dan (3) menganalisis pengaruh perilaku petani milenial terhadap kinerja agrbisnis usaha tani kopi di Kabupaten Aceh Tengah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian dijabarkan secara deskriptif dan dikelompokkan berdasarkan skor. Data dianalisis menggunakan aplikasi Smart PLS, untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani milenial dan pengaruh perilaku petani milenial terhadap kinerja agribisnis usahatani kopi.
Hasil penelitian menunjukkan (1) perilaku petani milenial merupakan salah satu hal untuk mewujudkan kinerja agribisnis usahatani kopi yang dilakukan dengan cara menghasilkan kopi berkualitas sesuai dengan permintaan pasar, petani juga menjaga kebersihan kebun dimana hal ini penting dilakukan untuk mengurangi serangan hama dan penyakit. Para petani di tiga kecamatan juga sering melakukan penanganan pascapanen kopi demi membantu menjaga mutu hasil produksi dan kualitas hasil produksi untuk mendapatkan harga yang tinggi, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani milenial di Aceh Tengah adalah karakteristik individu, dukungan kelembagaan eksternal, dan penggunaan internet. Dukungan kelembagaan eksternal memperoleh rerata sebesar 3,04 yang berada pada interval
“tinggi”. Hal ini menunjukkan bahwa petani sudah mahir dalam mengakses informasi dan mengatasi berbagai permasalahan untuk melakukan usaha tani padi. Dukungan kelembagaan terdiri dari efektifitas dukungan penyuluh pertanian, kelompok tani, dan dukungan sosial. Selanjutnya penggunaan internet memperoleh rerata sebesar 3,11 yang berada pada interval “tinggi”. Hal ini menunjukkan bahwa petani telah memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi untuk memudahkan kegiatan atau aktivitas pertanian dan (3) perilaku petani milenial dapat menunjang kinerja agribisnis usahatani kopi. Berpengaruhnya perilaku petani milenial terhadap kinerja agribisnis usahatani kopi didukung oleh sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki oleh petani. Perilaku petani milenial memperoleh rerata sebesar 2,76 yang berada pada interval “sedang”. Hal ini menunjukkan bahwa petani telah dan akan menerapkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk keberlangsungan usahataninya. Kinerja agribisnis usahatani kopi memperoleh rerata sebesar 2,94 yang berada pada interval “sedang”. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan produksi dan perdagangan kopi cenderung meningkat, hasil panen/pohon kopi yang terus mengalami peningkatan perkembangan, biaya produksi/pengolahan yang ekonomis namun, dapat mendatangkan keuntungan terus-menerus dan memiliki kualitas hasil produksi yang baik.
Millennial farmers are considered capable of bridging young farmers with farmers who have been farming for a long time. However, the conditions that occur in the field do not yet show the specific characteristics possessed by millennial farmers. Millennial farmers are still considered a second choice job and are only a label for the younger generation who work as farmers. Millennial farmers must be able to reflect the spirit of revival and glory of an agricultural country as the government's path and efforts to make Indonesia the world's food basket (Ministry of Agriculture, 2021). Decision-making factors regarding farming performance are supported by the behavior of millennial farmers themselves which includes the farmer's knowledge, attitudes and skills. This is necessary so that farmers can increase productivity and quality of the products produced. Based on this, farmers are required to be smarter so that the coffee produced is of good quality so that good quality is influenced by the behavior of millennial farmers in implementing coffee cultivation (Zainura et al, 2016). This research aims to: (1) analyze the behavior of millennial farmers in improving the agribusiness performance of coffee farming businesses in Central Aceh Regency, (2) analyze factors influencing the behavior of millennial farmers in Central Aceh Regency and (3) analyze the influence of millennial farmer behavior on the performance of agribusiness businesses coffee farmers in Central Aceh Regency. The analytical method used in this research is a descriptive analysis method with a qualitative and quantitative approach. Research data is described descriptively and grouped based on scores. The data was analyzed using the Smart PLS application, to examine the factors that influence the behavior of millennial farmers and the influence of millennial farmer behavior on the performance of coffee farming agribusiness. The results of the research show (1) the behavior of millennial farmers is one of the things to realize the agribusiness performance of coffee farming which is carried out by producing quality coffee in accordance with market demand, farmers also maintain the cleanliness of the garden, which is important to reduce pest and disease attacks. Farmers in three sub-districts also often carry out post-harvest handling of coffee to help maintain the quality of production and the quality of production to get high prices. (2) factors that influence the behavior of millennial farmers in Central Aceh are individual characteristics, external institutional support, and internet use. External institutional support obtained a mean of 3.04 which is in the interval "tall". This shows that farmers are adept at accessing information and overcoming various problems in carrying out rice farming. Institutional support consists of the effectiveness of support from agricultural extension workers, farmer groups, and social support. Furthermore, internet use obtained a mean of 3.11 which was in the "high" interval. This shows that farmers have utilized advances in technology and information to facilitate agricultural activities and (3) the behavior of millennial farmers can support the performance of coffee farming agribusiness. The influence of millennial farmer behavior on the agribusiness performance of coffee farming is supported by the attitudes, knowledge and skills possessed by farmers. The behavior of millennial farmers obtained a mean of 2.76 which is in the "medium" interval. This shows that farmers have and will apply attitudes, knowledge and skills for the sustainability of their farming business. The agribusiness performance of coffee farming obtained an average of 2.94 which is in the "medium" interval. This shows that the development of coffee production and trade tends to increase, the yield of coffee crops/trees continues to increase, production/processing costs are economical, however, they can generate continuous profits and have good quality production results
MOTIVASI PETANI UNTUK BERGABUNG DAN TIDAK BERGABUNG DALAM KELOMPOK TANI DI KECAMATAN PASIE RAJA KABUPATEN ACEH SELATAN (ISPAHAYATI, 2016)
ANALISIS RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) KOPI ARABIKA DI ACEH TENGAH (HARIS SULAIMAN, 2015)
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LITERASI TEKNOLOGI SMART FARMING PADA PETANI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (ARIEF RACHMAN, 2024)
PERANAN KEMITRAAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOPI (KASUS KEMITRAAN : KOPERASI BAITUL QIRADH (KBQ) BABURRAYYAN DENGAN PETANI KOPI DI KECAMATAN PEGASING KABUPATEN ACEH TENGAH) (rahmi, 2017)