<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116499">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DAN MANAJEMEN RISIKO INDUSTRI PENGOLAHAN TEPUNG TAPIOKA DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hasnawi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Agribisnis</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu cara dalam mengembangkan pembangunan sektor pertanian adalah melakukan investasi pada pembangunan sektor industri dengan dimulai dari pengolahan produk pertanian menjadi produk jadi maupun setengah jadi melalui pengembangan agroindustri. Sehingga akan tercipta kesempatan kerja, kesejahteraan pelaku usaha serta mendorong perekonomian suatu daerah (Sjamsir, 2017). Melalui perkembangan agroindustri dengan berbasis teknologi dan berwawasan nilai tambah, serta mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi, sehingga agroindustri dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional (Rahman, 2018). Pengembangan sektor pertanian di Provinsi Aceh khususnya ubi kayu perlu diintegrasikan antara kegiatan On farm dan Off farm yaitu dengan mewujudkan kegiatan pengolahan hasil yang berbasis industri (agroindustri) sehingga hasil produksi pertanian ubi kayu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Hal ini tentu saja akan menimbulkan dampak yang lebih baik bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak pihak lain yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan perekonomian di Aceh. Maka dengan itu perlu suatu analisis kelayakan investasi dan manajemen risiko industri pengolahan tepung tapioka yang komprehensif dalam rangka memberikan masukan bagi perencanaan pengembangan agroindustri di Kabupaten Aceh Besar khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya. Penelitian ini mengetahui untuk menganalisis kelayakan investasi industri tepung tapioka di Kabupaten Aceh Besar ditinjau dari aspek teknis, pasar dan finansial serta menganalisis manajemen risiko investasi industri tepung tapioka di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan di Kabupaten Aceh Besar, dikarenakan sebagai lokasi yang direncanakan untuk pembangunan industri tepung tapioca. Metode pengumpulan data dan keterangan yang diperlukan dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu observasi, wawancara, dan studi literatur. Observasi adalah pengumpulan data dengan observasi&#13;
langsung atau mengamati objek penelitian secara langsung sehingga dapat memperoleh gambaran yang nyata dari rangkaian kegiatan investasi industri pengolahan tepung tapioka di Kabupaten Aceh Besar yang meliputi kondisi perusahaan yaitu lokasi perusahaan, bagaimana layout pabrik tempat produksi, sistem pengawasan&#13;
proses produksi, penanganan limbah, sarana dan prasarana produksi. Metode pengolahan data dan Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif mengambarkan tentang aspek teknis, dan aspek pasar.&#13;
Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek-aspek pembangunan investasi industri pengolahan tepung tapioka di Kabupaten Aceh Besar yaitu aspek finansial. Setiap aspek yang diteliti akan dikaji analisis kelayakan dan analisis manajemen risikonya. Hasil penelitian untuk Aspek teknis, kebutuhan bahan baku diperkirakan dapat dipenuhi dari produksi ubi kayu yang ada disekitar rencana pendirian pabrik, sedangkan teknologi yang digunakan direncanakan menggunakan teknologi semi moderen. Selanjutnya aspek pasar rencana pendistribusian produk yang dihasilkan disalurkan ke perusahaan – perusahaan distributor, koperasi dan pengecer yang berada di Kabupaten Aceh Besar, Banda Aceh, serta dalam wilayah Provinsi Aceh dan luar Aceh. Dari aspek finansial, kelayakan Investasi Usaha Pengolahan Tepung Tapioka didapatkan nilai Net B/C adalah 4,75 dan Nilai IRR sebesar 79,86%. Maka nilai yang lebih tinggi dari tingkat diskonto ini menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan dengan masa pengembalian investasi yang dikeluarkan perusahaan yaitu 5 tahun, 3 bulan. Berdasarkan hasil analisis tingkat risiko terhadap 38 komponen risiko yang dinilai, terdapat 2 komponen tingkat risiko yang paling tidak diinginkan yaitu konsumsi luar Aceh yakni potensi pasar (R23) dengan nilai dampak dan kemungkinan risiko sebesar 65,33% dan 44,00%, serta akses memperoleh modal eksternal (R30) dengan nilai dampak dan kemungkinan risiko sebesar 62.67% dan 49,33%. Ini artinya bahwa dua komponen ini akan menjadikan dua variabel di atas (variabel peluang pasar dan modal) harus dikelola dengan baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INVESTMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL INDUSTRIES</topic>
 </subject>
 <classification>338.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116499</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 14:40:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-02 15:00:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>