<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116476">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN DIARE DAN KONSTIPASI KRONIS TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK DI RSUD RNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Muslim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang umum terjadi pada anak-anak. Diare dan konstipasi merupakan faktor risiko dari ISK.&#13;
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan ISK terhadap diare dan konstipasi pada anak di Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. &#13;
Metode: Jenis penelitian ini analitik obervasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah pasien anak pada ruang rawat inap anak di RSUDZA dengan diagnosis diare ataupun konstipasi dan kemudian dilakukan pemeriksaan urinalisa dan kultur untuk menentukan diagnosis ISK. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling dan disesuaikan dengan kriteria inklusi.&#13;
Hasil: Diperoleh total 50 sampel. Usia yang paling banyak mengalami diare berada pada kelompok usia 1-5 tahun yaitu 13 subjek (50%), jenis kelamin laki-laki 16 subjek (61.5%), dan berstatus gizi normal 22 subjek (84,6%). Usia yang paling banyak mengalami konstipasi berada pada kelompok usia 1-5 tahun yaitu 10 subjek (43,5%), jenis kelamin laki-laki 17 subjek (70,8%), dan berstatus gizi normal 17 subjek (70,8%). Usia yang paling banyak mengalami ISK berada pada kelompok usia 1-5 tahun yaitu 10 subjek (52,6%), jenis kelamin laki-laki 12 subjek (63,2%), status gizi normal 14 subjek (73,7%). Gram negative rods merupakan patogen penyebab ISK terbanyak (7 subjek, 38,9%). Pada penelitian ini didapatkan bahwa ISK tidak berhubungan signifikan secara statistik terhadap diare serta konstipasi, p 0.145. &#13;
Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan bahwa ISK tidak berhubungan dengan diare dan konstipasi. Etiologi terbanyak dari ISK pada penelitian ini adalah gram negative rods.&#13;
Kata Kunci: Infeksi Saluran Kemih, Diare, Konstipasi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116476</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 09:37:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 09:54:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>