STRATEGI MOBILISASI GERAKAN SOSIAL MAHASISWA ACEH DALAM MENOLAK PT EMAS MINERAL MURNI DI KECAMATAN BEUTONG ATEUH BANGGALANG KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI MOBILISASI GERAKAN SOSIAL MAHASISWA ACEH DALAM MENOLAK PT EMAS MINERAL MURNI DI KECAMATAN BEUTONG ATEUH BANGGALANG KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

RAHMAT ALFAJRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Dosen Pembimbing I
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1610101010021

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Beutong Ateuh Banggalang adalah salah satu Kecamatan yang terletak di Kabupaten Nagan Raya yang merupakan area perencanaan eksploitasi tambang emas oleh PT Emas Mineral Murni (EMM) dengan luas areal 10.000 ha. Namun terjadi penolakan oleh masyarakat setempat karena daerah operasi tambang rawan terjadinya bencana lingkungan sehingga akan berdampak terhadap sumber air, lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, serta hilangnya situs sejarah kerajaan Beutong Ateuh Banggalang. Selain itu, akibat adanya PT. EMM berdampak besar terhadap ruang kelola rakyat atas sumber daya hutan yang ada di Beutong Ateuh Banggalang. Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat Beutong menginiasi membentuk Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) sebagai wadah pergerakan guna menghimpun massa untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Beutong dengan melakukan kajian, audiensi serta aksi demonstrasi menolak PT. EMM. Penelitian ini menggunakan teori mobilisasi sumber daya Anthony Oberschall yang menganalisis cara tercapainya sebuah gerakan dilihat dari lima indikator, yaitu; organisasi gerakan sosial;pemimpin dan kepemimpinan; sumber daya dan mobilisasi sumber daya; jaringan dan partisipasi; peluang dan kapasitas masyarakat dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus yaitu menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari gerakan sosial. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu mobilisasi sumber daya yang dimiliki dan digunakan oleh Korps Barisan Pemuda Aceh adalah sumber daya moral, sumber daya organisasi sosial, dan sumber daya manusia. Terbentuknya sebuah aliansi Korps BPA, terjalinnya komunikasi yang baik secara internal dan eksternal organisasi dan adanya pemimpin dengan kepemimpinan yang efektif dalam menggerakkan aliansi dengan melakukan penggalangan massa serta melakukan sosialisasi dan diskusi publik dikampus-kampus terkait tambang PT. EMM membentuk kepercayaan masyarakat dan mahasiswa Aceh sehingga dapat digerakkan oleh simpul-simpul Korps BPA sebagai organisasi sosial yang mampu memobilisasi massa. Terakhir, yang terpenting adalah sumber daya manusia, dengan adanya anggota yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam merencanakan dan melakukan gerakan, maka tujuan dan visi kolektif dari gerakan akan dapat tercapai.
Kata Kunci: Gerakan Sosial, Mahasiswa, Mobilisasi, Sumber daya.

Beutong Ateuh Banggalang is one of the sub-districts located in Nagan Raya Regency which is a gold mining exploitation planning area by PT Emas Mineral Murni (EMM) with an area of 10,000 ha. However, there was resistance from the local community because the mining operation area was prone to environmental disasters, which would impact water sources, agricultural land and community plantations, as well as the loss of the historical site of the Beutong Ateuh Banggalang kingdom. Apart from that, due to the existence of PT. EMM has a big impact on people's management of forest resources in Beutong Ateuh Banggalang. Students who are part of the Beutong community initiated the formation of the Aceh Youth Front Corps (BPA) as a movement platform to gather the masses to voice the aspirations of the Beutong community by conducting studies, hearings and demonstrations against PT. EMM. This research uses Anthony Oberschall's resource mobilization theory which analyzes how a movement is achieved based on five indicators, namely; social movement organizations; leaders and leadership; resources and resource mobilization; networking and participation; community opportunities and capacities using a qualitative case study approach, namely investigating, discovering, describing and explaining the qualities or features of social movements. The results of this research are the mobilization of resources owned and used by the Aceh Youth Front Corps, namely moral resources, social organizational resources and human resources. The formation of a BPA Corps alliance, the establishment of good communication internally and externally to the organization and the existence of leaders with effective leadership in driving the alliance by mobilizing masses and conducting public outreach and discussions on campuses related to PT mining. EMM forms the trust of the people and students of Aceh so that it can be mobilized by the BPA Corps as a social organization capable of mobilizing the masses. Lastly, the most important thing is human resources, with members who have the knowledge and skills in planning and carrying out movements, the collective goals and vision of the movement will be achieved. Keywords: Social Movement, Students, Mobilization, Resources

Citation



    SERVICES DESK