<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116472">
 <titleInfo>
  <title>PROSES PENGOLAHAN BUAH AMLA (EMBLICA OFFICINALIS) DAN APLIKASINYA SEBAGAI SERUM ANTI-ACNE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Auliyaa Raaf</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Teknik (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buah amla (Emblica officinalis) adalah buah yang berasal dari India dan tergolong ke dalam family Euphorbiaceae. Buah amla banyak digunakan sebagai tanaman obat karena mengandung komponen bioaktif seperti polifenol. Senyawa bioaktif dari buah amla diperoleh melalui proses ekstraksi dengan bahan baku berupa simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan simplisia dan kinetika pengeringan dari buah amla serta pengaruhnya terhadap ekstrak buah amla yang dihasilkan. Untuk mendapatkan ekstrak amla dengan kualitas yang baik, dilakukan intensifikasi proses ekstraksi menggunakan metode microwave-assisted extraction (MAE). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak amla sebagai serum anti-acne. Buah amla yang digunakan pada penelitian ini dikeringkan menggunakan pengeringan matahari dan pengeringan oven, kemudian diolah menjadi simplisia. Pengaruh metode pengeringan, suhu udara pengeringan dan ketebalan sampel juga diselidiki. Pada penelitian ini, rasio kelembaban untuk setiap kondisi pengeringan dievaluasi menggunakan model empiris dan semi-empiris. Proses ekstraksi senyawa bioaktif dari buah amla dilakukan dengan metode maserasi dan kemudian dilakukan intensifikasi proses ekstraksi menggunakan metode MAE. Senyawa bioaktif pada ekstrak dianalisis menggunakan FTIR dan uji fitokimia, sedangkan aktivitas antibakteri dari ekstrak diuji menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Ekstrak yang diperoleh dimanfaatkan sebagai serum untuk anti-acne. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Midili dkk., memberikan nilai R2 tertinggi pada semua eksperimen. Konstanta laju pengeringan (k) meningkat dengan meningkatnya suhu udara pengeringan dan menurun dengan bertambahnya ukuran sampel. Kehilangan panas selama pengeringan oven lebih rendah dibandingkan dengan pengeringan matahari, sehingga konstanta laju pengeringan (k) untuk metode pengeringan oven lebih tinggi daripada pengeringan matahari. Nilai Deff meningkat dengan meningkatnya suhu udara pengeringan dan penurunan ukuran bahan. Peningkatan ukuran bahan menyebabkan energi aktivasi yang dibutuhkan meningkat. Nilai energi aktivasi yang diperoleh yaitu 20,230 kJ/mol untuk irisan I dan 22,006 kJ/mol untuk irisan II. Pengaruh metode pengeringan terhadap yield, senyawa bioaktif dan aktivitas antibakteri ekstrak amla juga diselidiki. Yield ekstrak amla meningkat dengan meningkatnya suhu udara pengeringan. Yield tertinggi diperoleh pada suhu 70℃ menggunakan pengeringan oven, yaitu sebesar 53,47%. Analisis FTIR menunjukkan bahwa pengeringan matahari dan pengeringan oven tidak memiliki efek kualitatif pada senyawa bioaktif dalam ekstrak amla. Analisis ini juga menunjukkan bahwa ekstrak amla mengandung senyawa bioaktif yang divalidasi dengan analisis fitokimia. Aktivitas antibakteri sampel yang dikeringkan dengan oven pada suhu 40℃ menghasilkan zona hambat tertinggi sebesar 24,57 mm dibandingkan dengan pengeringan matahari dan pengeringan oven pada suhu lainnya. Hasil intensifikasi proses ekstraksi menggunakan metode MAE menunjukkan bahwa metode MAE lebih efektif dalam mengekstrak senyawa fenol dan flavonoid dari buah amla. Diperoleh yield maksimum (52,43%) pada kondisi ekstraksi selama 4 menit, konsentrasi etanol 60% dan rasio sampel terhadap pelarut 1:10 g/mL. Ekstrak amla yang dihasilkan dengan metode maserasi memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingan dengan metode MAE. Hasil analisis FTIR menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan terhadap gugus fungsi ekstrak amla yang diperoleh menggunakan metode ekstraksi yang berbeda. Analisis GC-MS menunjukkan bahwa ekstrak amla mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Selanjutnya ekstrak amla yang diperoleh menggunakan metode MAE pada kondisi operasi terbaik diaplikasikan ke dalam formulasi serum anti-acne. Formulasi serum anti-acne dari ekstrak amla memenuhi persyaratan untuk produk perawatan kulit dan aman untuk digunakan, serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat.&#13;
&#13;
Kata kunci: Buah amla, pengeringan, ekstraksi, ekstrak amla, serum</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116472</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 09:28:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 09:37:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>