<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116452">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ASET DESA OLEH BADAN USAHA MILIK GAMPONG BAET LAMPUOT KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Restu Fadhil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendistribusian dana gampong menurut PP nomor 60 tahun 2014 mengenai dana gampong yang bersumber dari APBN bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuk program pembangunan gampong yaitu melalui pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai lembaga ekonomi gampong dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang dimiliki gampong sebagai program pembangunan yang berkelanjutan. Gampong Baet Lampuot mendirikan BUMG dan mempunyai beberapa aset diantaranya yaitu: rumah sewa, depot air minum, traktor, sapi dan uang simpan pinjam, kemudian aset tersebut dikelola oleh BUMG dan juga masyarakat gampong dengan tujuan untuk menciptakan Gampong yang mandiri dalam meningkatkan PAG dan mensejahterakan masyarakat. Namun segala upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan BUMG juga belum efektif sehingga tidak mencapai tujuan dengan maksimal. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pengelolaan BUMG Baet Lampuot serta hambatannya. Teori yang digunakan adalah teori efektivitas dengan 6 indikator keberhasilan BUMG yaitu kooperatif, partisipatif, Inklusif, transparan, akuntabel dan sustainabel serta menggunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan aset desa oleh BUMG Baet Lampuot belum bisa dinyatakan efektif. Tidak efektifnya pengelolaan BUMG ini ditandai dengan tidak terpenuhinya 6 indikator keberhasilan BUMG yang penulis gunakan dalam penelitian ini. Adapun faktor penghambat antara lain adalah kurangnya antusiasme dari pemerintah desa dan pengurus BUMG dalam upaya memajukan BUMG Baet Lampuot, kurangnya sosialisasi dan kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni. Diharapkan ada evaluasi dari pihak pemerintah desa dan dapat mengelola BUMG agar lebih serius dalam mengelola aset desa dalam wadah BUMG, pemerintah desa juga harus mengadakan sosialisasi terkait pentingnya keberhasilan BUMG serta mengatasi kekurangan sumber daya manusia yang ada di Gampong Baet Lampuot dengan tujuan untuk memajukan BUMG Baet Lampuot dan memperoleh hasil yang maksimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116452</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-27 22:42:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-29 08:44:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>