<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116416">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI NETIKET GENERASI Z PADA MEDIA SOSIAL DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BUNGA AZRINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bermacam-macam pedoman perilaku untuk menggunakan berbagai platform komunikasi online disebut sebagai etika internet, atau netiket. Aturan dan tatacara komunikasi ini sangat mirip dengan yang digunakan dalam interaksi sehari-hari. Generasi Z merupakan generasi pertama yang sejak awal telah terpapar oleh teknologi. Menurut hasil survey We Are Social menunjukkan, Instagram menjadi platform media sosial terfavorit bagi generasi Z secara global pada April 2021.  Mengingat Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang saat ini sering digunakan oleh generasi Z, maka penggunaan netiket sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengimplementasian netiket generasi Z Banda Aceh pada media sosial Instagram. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Wawancara semi-terstruktur, observasi non partisipan, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini. Studi ini menggunakan teori Atribusi, sebuah proses penilaian untuk menentukan penyebab yang dilakukan individu setiap hari terhadap berbagai peristiwa, apakah mereka sadar melakukannya atau tidak. Tiga dimensi atribusi adalah Lokasi Penyebab, Stabilitas, dan Pengendalian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa generasi Z Banda Aceh menggunakan media sosial Instagram oleh keinginan dari diri sendiri serta telah mengimplementasikan netiket dalam penggunaan media sosial Instagram, khususnya menggunakan media sosial Instagram dengan sebaik mungkin dan tanpa merugikan orang lain. Hal ini terlihat dari postingan-postingan generasi Z yang tidak berbicara dan membagikan materi yang mengandung unsur pornografi, SARA, dan lainnya.&#13;
Kata Kunci: Netiket, Generasi Z, Media Sosial&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116416</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-27 13:11:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-27 14:32:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>