<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116402">
 <titleInfo>
  <title>COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH BERBASIS DIGITAL DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>USAHA KULINER DI KOTA BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rozalia Wardana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan suatu upaya untuk mendigitalisasi pemasaran produk UMKM oleh pelaku UMKM. Secara mudahnya, di zaman dengan teknologi yang semakin canggih telah memudahkan para pelaku usaha dalam memasarkan dan menjual produknya secara online. Kolaborasi pemerintah, pihak swasta dan masyarakat jadi langkah penting dalam percepatan digitalisasi UMKM. Kolaborasi pemerintah dan pihak terkait lainnya dalam digitalisasi UMKM di Kota Banda Aceh belum berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengembangan UMKM pada usaha kuliner dalam menghadapi digitalisasi di Kota Banda Aceh dilihat melalui pendekatan collaborative governance beserta hambatan yang ada dalam pelaksanaan kolabolasi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Agranoff dan McGuire (2003) sebagai pisau analisis yang meliputi top down, donor recipient, jurisdiction based, reactive, contented dan abstinence. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang berarti bahwa informasi yang dikumpulkan melalui wawancara, bahan tertulis dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pemerintah Kota Banda Aceh mengadopsi kolaborasi dengan gaya top down,  donor recipient, jurisdiction based,  reactive, contented dan abstinence. Terdapat beberapa hambatan dalam pengembangan UMKM berbasis digital di kota Banda Aceh mulai dari masalah keuangan yang terkait dengan keterbatasan dana dan anggaran yang tersedia, penguasaan teknologi, sumber daya manusia, dan komunikasi kurang efektif. Untuk itu, diharapkan pemerintah untuk bekerja sama dengan pihak lainnya seperti pihak swasta agar tidak hanya bertumpu pada anggaran daerah saja.kepada pelaku usaha agar meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknologi agar dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis kuliner dan membangun saluran komunikasi yang terbuka dan transparan antara pelaku UMKM dan pemerintah untuk memudahkan kolaborasi dan pengambilan kebijakan yang tepat guna mengembangkan sektor UMKM di bidang kuliner berbasis digital.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Collaborative Governance, UMKM, Digital, Kota Banda Aceh&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116402</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-27 11:24:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-27 11:32:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>