<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116364">
 <titleInfo>
  <title>KETERBUKAAN DIRI PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL DALAM PROSES PENDAMPINGAN SATUAN TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bintang Aulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kasus pelecehan seksual tidak hanya terjadi di ruang privat, bahkan juga terjadi di ruang publik, termasuk perguruan tinggi. Kehadiran Pusat Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual di Universitas Syiah Kuala menjadi wadah interaktif, perlindungan dan keadilan bagi keterbukaan diri mahasiswa penyintas pelecehan seksual. Penelitian ini menggunakan teori Jendela Johari Joseph Luft dan Harrington Ingham. Teori ini berkaitan dengan kegiatan secara sukarela berbagi perasaan, pikiran dan informasi yang mendalam oleh mahasiswa penyintas pelecehan seksual sebagai bentuk kepercayaan terhadap tim pendamping Pusat Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual USK. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Informan dalam penelitian ini ialah tiga mahasiswa penyintas pelecehan seksual, teman korban, serta ketua dan tim pendampingan Pusat Layanan Pengaduan Kekerasan Seksual USK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korban sedikit menghindari hal-hal yang berhubungan dengan pelecehan seksual yang dialaminya, seperti menghindari pergi ke tempat kejadian. Oleh karena itu, tim pendamping menggunakan metode empati dengan berusaha memposisikan diri sebagai korban. Adanya pendampingan oleh tim membuat korban memperoleh keterbukaan diri dan pemulihan diri. &#13;
Kata Kunci: Penyintas Pelecehan Seksual, Pendampingan Universitas, Keterbukaan Diri</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116364</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 17:06:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-27 08:09:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>