<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116294">
 <titleInfo>
  <title>DESENTRALISASI FISKAL, DISPARITAS PEMBANGUNAN REGIONAL, DAN KEPARAHAN KEMISKINAN DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Risya Varlitya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tingkat keparahan kemiskinan di Indonesia dapat menggambarkan ketimpangan di antara orang miskin. Terdapat tiga tujuan dalam penelitian yang akan dianalisis: 1) Pengaruh desentralisasi fiskal, disparitas pembangunan regional, tingkat penggunaan akses internet, pendidikan, kesehatan, dan upah minimum provinsi terhadap keparahan kemiskinan dalam jangka panjang dengan menggunakan model Fully Modified Ordinary Least Squares Method (FMOLS). 2) Pengaruh disparitas pembangunan regional, pendidikan, dan kesehatan terhadap keparahan kemiskinan dalam jangka pendek menggunakan Vector Error Correction Model (VECM). 3) Hubungan kausalitasnya menggunakan metode Granger Causality. Penelitian ini menggunakan data panel meliputi enam pulau di Indonesia pada periode 2007 hingga 2019. Dalam jangka panjang semua variabel bebas ialah signifikan terhadap tingkat keparahan kemiskinan. Disparitas pembangunan regional, pendidikan dan upah minimum provinsi berpengaruh positif terhadap keparahan kemiskinan. Namun peningkatan pada desentralisasi fiskal, penggunaan akses internet, dan kesehatan dapat menurunkan keparahan kemiskinan. Dalam jangka pendek disparitas pembangunan regional memperparah kemiskinan pada empat periode sebelumnya. Pendidikan berpengaruh positif terhadap keparahan kemiskinan pada dua, tiga dan empat periode sebelumnya, dan kenaikan kesehatan dapat meningkatkan keparahan kemiskinan di dua dan tiga periode sebelumnya. Terdapat hubungan kausalitas dua arah yang terjadi diantara pendidikan dengan keparahan kemiskinan dan hubungan satu arah antara keparahan kemiskinan dengan kesehatan. Untuk mengatasi masalah keparahan kemiskinan antar daerah, maka dapat diupayakan untuk meningkatkan keterampilan di bidang TIK, penyediaan akses internet, ponsel dan komputer gratis pada keluarga miskin supaya memunculkan ide-ide inovatif dalam berwirausaha.&#13;
&#13;
Kata Kunci:	Keparahan kemiskinan, disparitas pembangunan regional, pendidikan, kesehatan, desentralisasi fiskal, tingkat penggunaan    akses internet, upah minimum provinsi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116294</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 11:20:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 11:21:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>