Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR TERHADAP KAPASITAS GESER BALOK
Pengarang
Cut Faradila Chikana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mochammad Afifuddin - 196409071989031003 - Dosen Pembimbing I
Abdullah - 196403211989031002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1904101010058
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2023
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penggunaan beton sudah menjadi kebutuhan utama di masa pembangunan infrastruktur yang semakin maju, baik konstruksi bangunan gedung, bangunan air, konstruksi jalan raya, dan lain-lain. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah limbah atau reruntuhan yang berdampak pada lingkungan. Salah satu upaya dalam mengatasi banyaknya jumlah limbah adalah dengan melakukan daur ulang beton (recycled concrete) untuk digunakan kembali dalam pembuatan beton baru. Proses pemanfaatan limbah beton tersebut dengan cara dihancurkan menjadi agregat kasar yang dapat digunakan sebagai pengganti batu pecah dari alam. Untuk memastikan bahwa agregat dari limbah beton memenuhi syarat sebagai bahan campuran beton, telah dilakukan uji sifat mekanis. Dalam penelitian ini akan memanfaatkan limbah beton sebagai pengganti agregat kasar alam yang biasa digunakan dalam campuran beton terhadap kapasitas geser balok. Variasi yang digunakan adalah substitusi 100% komposisi agregat kasar limbah beton terhadap agregat normal alami. Benda uji yang digunakan adalah benda uji balok beton bertulang berukuran 150 mm x 300 mm x 2200 mm yang berjumlah 2 benda uji yang diantaranya 1 benda uji balok normal dan 1 benda uji menggunakan agregat dari limbah beton sebagai pengganti agregat kasar. Perawatan balok beton (curing) dilakukan selama 14 hari dan pengujian dilakukan pada umur 21 hari. Perilaku yang diamati yaitu pola retak, lendutan, dan kapasitas kekuatan geser maksimum yang dipikul oleh balok. Hasil dari pengujian balok beton bertulang menunjukkan bahwa beton dengan agregat dari limbah memiliki nilai yang lebih rendah dalam menahan beban dibandingkan dengan beton menggunakan agregat alami. Nilai beban maksimum yang mampu ditahan oleh benda uji B-N dan B-R adalah 19,52 ton dan 17,10 ton. Nilai lendutan yang terjadi saat beban ultimit pada balok B-N dan balok B-R adalah 9,52 mm dan 10,15 mm. Pola retak dan kehancuran balok B-N dan B-R mengalami keretakan awal yaitu retak lentur pada beban 4 ton dengan lendutan 0,89 mm untuk balok B-N. Sedangkan pada balok B-R yaitu pada beban 2,82 ton dengan lendutan 0,53 mm. Retak pada kedua benda uji mengalami perpanjangan secara diagonal hingga mencapai daerah tekan beton dan menunjukkan pola retak kegagalan geser.
Kata kunci : limbah beton, agregat kasar, balok beton bertulang, kapasitas geser
The use of concrete has become a major requirement in the era of increasingly advanced infrastructure development, both building construction, waterworks, highway construction, and others. This causes an increase in the amount of waste or debris which has an impact on the environment. One of the efforts to overcome the large amount of waste is by recycling concrete (recycled concrete) to be used again in the manufacture of new concrete. The process of utilizing the concrete waste is by crushing it into coarse aggregate which can be used as a substitute for crushed stone from nature. To ensure that the aggregate from concrete waste meets the requirements as a concrete mixture, mechanical properties tests have been carried out. In this study, waste concrete will be used as a substitute for natural coarse aggregate which is commonly used in concrete mixtures for the shear capacity of beams. The variation used is 100% substitution of the coarse aggregate composition of concrete waste for normal natural aggregate. The test object used was a reinforced concrete beam test object measuring 150 mm x 300 mm x 2200 mm, totaling 2 test objects, including 1 normal beam test object and 1 test object using aggregate from concrete waste as a substitute for coarse aggregate. Concrete block treatment (curing) was carried out for 14 days and testing was carried out at 21 days. The behavior observed is the crack pattern, deflection, and maximum shear strength capacity carried by the beam. The results of testing reinforced concrete beams show that concrete with aggregate from waste has a lower load-bearing value compared to concrete using natural aggregates. The maximum load values that can be supported by test objects B-N and B-R are 19,52 tons and 17,10 tons. The deflection values that occur during the ultimate load on beam B-N and beam B-R are 9,52 mm and 10,15 mm. The pattern of cracking and destruction of the B-N and B-R beams experienced an initial crack, namely flexural cracking at a load of 4 tons with a deflection of 0,89 mm for the B-N beam. Meanwhile, the B-R beam has a load of 2,82 tons with a deflection of 0,53 mm. The cracks in both specimens extended diagonally until they reached the concrete compression area and showed a shear failure crack pattern. Keywords: concrete waste, coarse aggregate, reinforced concrete beam, shear capacity
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR TERHADAP KAPASITAS GESER BALOK (Cut Faradila Chikana, 2023)
ANALISIS KAPASITAS GESER BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR (CUT ZARA HALLA SAJIDA, 2016)
KAPASITAS GESER BETON DOUBLE L MENGGUNAKAN AGREGAT DAUR ULANG (Gilang Maulana, 2024)
ANALISIS KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT KASAR (Rizky Amelia Farida, 2016)
SIFAT MEKANIS BETON MENGGUNAKAN LIMBAH BETON SEBAGAI AGREGAT KASAR (Rana Zakirah, 2023)