<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116233">
 <titleInfo>
  <title>PENENTUAN LETAK DAN KAPASITAS DISTRIBUTED GENERATION (DG) DENGAN PENGARUH BEBAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI UNTUK OPTIMASI ALIRAN DAYA BERBASIS METODE ALGORITMA GENETIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ramdhan Halid Siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Doktor Ilmu Teknik (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan energi listrik menjadi suatu keharusan pada jaman sekarang, sementara sumber daya energi fosil sebagai pembangkitannya sudah semakin menipis persediaannya, di sisi lain perkembangan kebutuhan terus meningkat sehingga perlu solusi untuk mulai memanfaatkan energi terbarukan. Permasalahan lain adalah panjangnya jalur transmisi energi listrik konvensional ke beban sehingga memperbesar kemungkinan gangguan dan rugi-rugi jaringan. Perkembangan teknologi mengarah ke smart grid yang harus ditopang dengan Distributed Generation (DG) yang mana melahirkan pembangkit-pembangkit kecil pada jaringan distribusi yang dalam hal ini mengutamakan pembangkit dari energi terbarukan. DG secara umum memiliki keuntungan ekonomi, teknis dan lingkungan, namun sebaliknya juga menimbulkan masalah apabila perencanaannya tidak tepat. Pengoperasian sistem tenaga listrik saat ini sering mendekati batas stabilitas akibat pembebanan yang berat karena peningkatan kebutuhan, hal ini menyebabkan kemungkinan terjadinya gangguan sehingga kemungkinan terputusnya pelayanan semakin besar. Penelitian ini menentukan letak, kapasitas DG dan pengaruh peningkatan beban pada jaringan distribusi agar didapatkan aliran daya optimal, peningkatan profil tegangan dan rugi-rugi daya minimum pada sistem distribusi dengan mengembangkan algoritma berbasis artificial intelligence algoritma genetik. Pada beban normal untuk penyulang yang dikaji didapatkan letak DG optimal berturut-turut pada bus 18, 20 dan 32, dengan kapasitas masing masing 190 kW, 463 kW, dan 370 kW serta rugi-rugi daya adalah 9,9443 kW. Penelitian juga menunjukkan untuk penyulang lainnya semakin besar jumlah DG dari 3 menjadi 4 maka semakin kecil rugi-rugi daya yaitu dari sebelumnya 6,3734 kW menjadi 5,6153 kW. Rata-rata penurunan rugi-rugi dari beban ringan, normal dan berat didapatkan 80,3111 % dan pada pembebanan berat (1,6x) tegangan terendah adalah 0,9713 p.u. sehingga masih dalam batas toleransi.&#13;
&#13;
Kata kunci: artificial intelligence,  algoritma genetik, Distributed Generation, energi terbarukan, kebutuhan energi listrik, peningkatan beban, profil tegangan, rugi-rugi daya, smart grid&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116233</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 21:28:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 10:11:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>