JURNALIS PEREMPUAN PADA SISTEM PATRIARKI (STUDI KASUS TERHADAP JURNALIS PEREMPUAN DI REDAKSI SERAMBI INDONESIA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

JURNALIS PEREMPUAN PADA SISTEM PATRIARKI (STUDI KASUS TERHADAP JURNALIS PEREMPUAN DI REDAKSI SERAMBI INDONESIA)


Pengarang

Refly Nofril - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Masrizal - 198310052009121007 - Dosen Pembimbing I
Nur Anisah - 197801192009122003 - Dosen Pembimbing II
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Penguji
Cut Lusi Chairun Nisak - 199103022022032004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1910101010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ketimpangan jumlah jurnalis laki-laki dan perempuan disebabkan karena
adanya kontruksi sosial yang dibentuk masyarakat patriarki yang menjelaskan
bahwa pekerjaan menjadi jurnalis merupakan pekerjaan laki-laki dan perempuan
tidak akan mampu mengisi posisi strategis di ruang redaksi Serambi
Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor pendorong dan
penghambat jurnalis perempuan menggeletui profesi jurnalis. Teori yang digunakan
dalam penelitian ini adalah teori kontruksi sosial yang dikemukakan oleh Peter L.
Berger dan Thomas Luckman. Metode penelitian menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validasi data
menggunakan triangulasi untuk menentukan keabsahan data. Hal yang menjadi
pendorong jurnalis perempuan untuk memilih profesi ini yaitu karena adanya
keinginan dalam diri jurnalis perempuan serta adanya privilage yang didapatkan
seperti akses kemanapun dan pada siapapun, dan yang menjadi penghambatnya
karena ketidaksetujuan orang tua dari jurnalis perempuan karena adanya kontruksi
sosial yang menjelaskan bahwa pekerjaan jurnalis merupakan pekerjaan laki-laki
dan belenggu patriarki di. Serambi Indonesia perlu menggalakkan kesetaraan
gender di redaksi secara kontinu dan memberikan kesempatan kepada jurnalis
perempuan untuk memilih isu yang sama dengan jurnalis laki-laki. Terkait dengan
penelitian ini agar bisa dilanjutkan untuk mengetahui sejauh mana Serambi
Indonesia memberikan peluang yang sama kepada jurnalis perempuan.

Kata Kunci: Jurnalis Perempuan, Patriarki, Kontruksi sosial

ABSTRACT The disparity in the number of male and female journalists is caused by a social construction formed by a patriarchal society which explains that being a journalist is a male occupation and that women will not be able to fill strategic positions in the Serambi Indonesia editorial room. The purpose of this research is to find out the driving and inhibiting factors for female journalists to enter the journalistic profession. The theory used in this study is the theory of social construction put forward by Peter L. Berger and Thomas Luckman. The research method uses qualitative research methods with a case study approach. Data collection techniques used are observation, in-depth interviews and documentation. Data validation uses triangulation to determine the validity of the data. The thing that motivated women journalists to choose this profession was because of the desire in women journalists and the privileges they got, such as access anywhere and to anyone, and that became an obstacle due to the disapproval of the parents of female journalists due to social construction which explains that the work of journalists is male work and patriarchal dependence in Serambu Indonesia Serambi Indonesia needs to continuously promote the influence of gender in the editorial and provide opportunities for female journalists to accept the same issues as male journalists. It is related to this research so that it can be continued to find out to what extent Serambi Indonesia provides equal opportunities to female journalists Keywords: Female Journalist, Patriarchy, Social Contructin

Citation



    SERVICES DESK