<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116222">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI MIKORIZA DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) PADA TANAH ULTISOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Nanda Sofiana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak:&#13;
Cabai merupakan tanaman bernilai tinggi di Indonesia, namun produktivitasnya masih rendah karena permasalahan kesuburan tanah, terutama pada tanah ultisol. Mikoriza dan biochar bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan penyerapan unsur hara. Mikoriza meningkatkan ketersediaan unsur hara dan struktur tanah, sedangkan biochar meningkatkan kolonisasi akar mikoriza dan karakteristik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza dan biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai di tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Sektor Timur Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung pada bulan Januari sampai dengan Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x4 dengan 3 kali ulangan. Faktor dalam penelitian ini adalah faktor pertama yaitu jenis mikoriza (M0: tanpa mikoriza (kontrol), M1: G. Mosseae, M2: Gigaspora sp, M3: Gigaspora sp. + G. mosseae) dan faktor kedua adalah biochar (B0: Tanpa biochar (kontrol), B1: biochar 5 ton ha-1, B2: biochar 10 ton ha-1, B3: biochar 15 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan dan P tersedia pada tanaman cabai. Biochar sekam padi mampu meningkatkan pertumbuhan diameter batang tanaman pada umur 15 HST. Terdapat interaksi antara jenis pupuk hayati mikoriza dan dosis biochar sekam padi yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan P tersedia pada tanaman cabai. Kesimpulannya, penambahan jenis mikoriza (Glomus mosseae, Gigaspora sp, Campuran Glomus mosseae + Gigaspora sp.) mampu meningkatkan pertumbuhan dan P tersedia pada tanaman cabai. Biochar sekam padi pada dosis (5, 10 dan 15 ton ha-1) mampu meningkatkan pertumbuhan lingkar batang tanaman pada umur 15 HSPT. Terdapat interaksi antara jenis pupuk hayati mikoriza (Glomus mosseae, Gigaspora sp, Campuran Glomus mosseae+ Gigaspora sp.) dan dosis biochar sekam padi (5, 10 dan 15 ton ha-1) yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan ketersediaan P dalam tanaman. tanaman cabai.&#13;
Kata Kunci : Ultisol, Mikoriza, Biochar&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116222</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 19:03:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 09:42:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>