<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116203">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN BIOFILM SELULOSA DARI AMPAS KELAPA TERGRAFTING GLYCIDIL METHACRYLATE (GMA) SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SARI SAFITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Biofilm beberapa dekade terakhir ini merupakan penelitian yang berkembang sangat baik untuk memecahkan solusi dalam mengatasi bahaya penggunaan plastik sebagai bahan pengemas makanan. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan biofilm selulosa dari ampas kelapa tergrafting glycidil methacrylate (GMA) yang ditambah minyak sereh sebagai bahan pengemas makanan. Biofilm selulosa ter-grafting GMA pada konsentrasi 20% merupakan hasil terbaik yang ditemukan.  Hasil uji tensile strength dan persen elongasi menunjukkan biofilm selulosa ter-grafting GMA 20% mengalami peningkatan. Data spektra FT-IR diperoleh monomer GMA 20% telah berhasil di-grafting pada film selulosa dengan ditemukan gugus fungsi baru. Hasil pengujian XRD membuktikan bahwa biofilm selulosa ter-grafting GMA 20% mengalami peningkatan indeks kristalinitas dibandingkan biofilm selulosa. Hasil pengujian TGA pada biofilm selulosa-GMA 20% mengalami tiga tahap degradasi termal dan penurunan berat sebesar 82,906%. Biofilm selulosa-GMA 20% yang divariasikan minyak sereh 0,05, 0,2 dan 0,4 mL sebagai agen antibakteri, diketahui dapat memperkuat sifat mekanik biofilm. Biofilm selulosa-GMA 20% dengan 0,4 mL minyak sereh diperoleh peningkatan tensile strength dan penurunan persen elongasi yang paling baik. Karakterisasi XRD dan TGA menunjukkan bahwa biofilm tersebut meningkatkan indeks kristalinitas sebesar 17,92% dan terjadi tiga tahap penurunan degradasi termal dengan penurunan berat sebesar 82,649%. Biofilm selulosa-GMA 20% dengan penambahan 0,4 mL minyak sereh diketahui memiliki sifat biodegradable dan dapat memperpanjang umur simpan makanan. Namun biofilm tersebut tidak mampu membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa biofilm selulosa dari ampas kelapa tergrafting glycidil methacrylate (GMA) yang ditambah minyak sereh memiliki karakteristik sifat fisikokimia yang lebih baik sebagai bahan pengemas makanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116203</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 17:16:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 09:38:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>