<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116178">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR YANG MMENGARUHI STUNTING PADA BALITA DI BANDA ACEH MENGGUNAKAN ANALISIS HYBRID KORESPONDENSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHEA AMELIANA ASIFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Balita yang mengalami stunting di masa depan akan kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang memengaruhi stunting pada balita di Banda Aceh menggunakan analisis Hybrid Korespondensi, yaitu penggabungan metode analisis korespondensi dan metode biplot. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum dan informasi mengenai karakteristik dari kasus stunting yang terjadi pada anak usia 12 hingga 59 bulan di Kota Banda Aceh agar pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk menekan angka stunting. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari survei gizi balita di 10 puskesmas dari 8 kecamatan di kota Banda Aceh pada periode bulan Juli hingga Agustus 2021 yang dilakukan oleh tim laboratorium Biostatistika Jurusan Statistika FMIPA USK. Analisa data dimulai dari uji independensi menggunakan Chi-square yang menunjukkan terdapat hubungan antara variabel status gizi balita dengan variabel faktor yang memengaruhi stunting di Banda Aceh. Langkah selanjutnya membentuk peta korespondensi antara variabel status gizi dengan puskesmas, selanjutnya titik koordinat pemetaan vektor faktor-faktor yang memengaruhi stunting dipetakan ke dalam peta korespondensi. Didapatkan hasil faktor yang paling dekat dan berpengaruh terhadap rendahnya stunting di kota Banda Aceh yaitu pemberian ASI eksklusif di puskesmas Baiturrahman, Kuta Alam, Jeulingke, dan Jaya Baru. Faktor lahir cukup umur paling banyak berpengaruh di puskesmas Ulee Kareng, Lampaseh, Baiturrahman, Kuta Alam, Jeulingke dan Jaya Baru. Sementara faktor MPASI &gt; 6 bulan paling banyak berpengaruh di puskesmas Lampaseh, Lampulo, Batoh, Meuraxa, dan Kopelma Darussalam. Persentase keragaman yang dihasilkan oleh pemetaan ini sebesar 84,38% yang artinya kualitas peta yang dihasilkan sudah baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116178</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 16:11:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 09:24:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>