<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116160">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS CABAI MERAH BUBUK (CAPSICUM ANNUUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAHYU RAMADHINY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura yang berperan penting bagi kebutuhan masyarakat. Namun, tingkat kesegarannya sulit untuk dipertahankan sehingga tidak dapat bertahan lama. Alternatif untuk problematika ini dengan mengolahnya menjadi bubuk melalui proses pengeringan sehingga memiliki daya simpan lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan, lama pengeringan, dan interaksi antara keduanya terhadap kualitas cabai merah bubuk. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sejak bulan Mei hingga Juni 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan, terdapat 9 kombinasi perlakuan, 27 satuan percobaan. Faktor pertama yaitu suhu pengeringan dengan 3 taraf (60, 65, dan 70˚C) dan faktor kedua yaitu lama pengeringan dengan 3 taraf (20, 23, dan 26 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar air, kadar vitamin C, kadar capsaicin, kadar abu, kadar lemak, warna, dan uji organoleptik. Kualitas cabai merah bubuk terbaik terdapat pada suhu terbaik 60˚C. Lama pengeringan berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar air, kadar vitamin C, kadar capsaicin, kadar abu, kadar lemak, dan warna (a dan b) serta berpengaruh nyata terhadap warna (L) dan uji organoleptik (aroma). Kualitas cabai merah bubuk terbaik terdapat pada lama pengeringan terbaik 20 jam. Terdapat interaksi sangat nyata antara suhu dan lama pengeringan terhadap rendemen, kadar air, kadar capsaicin, kadar abu, dan uji organoleptik (aroma) serta terdapat interaksi yang nyata terhadap kadar vitamin C, warna (L), dan uji organoleptik (tekstur). Kualitas cabai merah bubuk terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan terbaik suhu 60˚C dengan lama pengeringan 20 jam.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116160</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 15:43:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 08:57:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>