<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116152">
 <titleInfo>
  <title>FENOMENA KECANDUAN MEDIA SOSIAL (FOMO) PADA REMAJA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAINIDAR SACHIYATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketergantungan pada media sosial dapat membuat perilaku kompulsif kearah yang negatif. Adapun efek yang dapat terjadi jika seseorang kecanduan media sosial yaitu memiliki kesehatan mental yang buruk, seperti depresi, kecemasan. Saat remaja masa pencarian jati diri baru dimulai sehingga tertarik mengetahui berbagai macam seperti kedalam media sosial yang lebih luas. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui Bagaimana Fenomena Kecanduan Media Sosial Fear of Missing Out (FoMO) Pada Remaja Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan 5 informan. Teknik analisis data dengan mengumpulkan data wawancara, penyajian data, penarikan kesimpulan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori determinasi diri yang diperkenalkan oleh Edward Deci dan Ryan Richard. Hasil penelitian ini (1) Penelitian ini menegaskan bahwa FoMO memiliki dampak yang besar terhadap kesejahteraan mental remaja. Rasa cemas dan stress yang dipicu oleh rasa takut ketinggalan informasi atau interkasi di media sosial dapat mengganggu keseimbangan emosional remaja. FoMO juga memperburuk perasaan rendah diri, merasa tidak diakui, dan tidak puas dengan diri sendiri. (2) Penelitian menunjukkan bahwa tiga kebutuhan psikologis dasar, yaitu Autonomy (kebebasan), Relatedness (hubungan sosial), Competence (kemampuan) memainkan peran kunci dalam pengggunaan media sosial oleh remaja. Penggunaan media sosial memberikan peluang bagi remaja untuk merasa mandiri dalam pencarian informasi sesuai minat mereka, menjaga hubungan sosial dengan teman-teman, dan merasa kompeten ketika mereka dapat mengikuti tren tersebut.&#13;
&#13;
Kata kunci : kecanduan, media sosial, Fear Of Missing Our (FoMO), Remaja</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116152</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 15:28:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 15:35:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>