PERANAN DUTA WISATA DALAMIMEMPROMOSIKAN,WISATA,HALAL PASCA PANDEMI COVIDIDI KOTAIBANDAIACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANAN DUTA WISATA DALAMIMEMPROMOSIKAN,WISATA,HALAL PASCA PANDEMI COVIDIDI KOTAIBANDAIACEH


Pengarang

AHMAD SHIDDIQ ABDILLAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hamdani M. Syam - 197808162008011012 - Dosen Pembimbing I
Nadia Muharman - 198410082014012101 - Dosen Pembimbing II
Rahmat Saleh - 198009142010121001 - Penguji
Deni Yanuar - 198801262015041002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1610102010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FISIPOL., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan pada industri pariwisata, termasuk di Kota Banda Aceh. Sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata, penting untuk menggali peran duta wisata dalam mempromosikan wisata halal sebagai potensi yang dapat mendukung keberlanjutan pariwisata di kota ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran duta wisata dalam kegiatan promosi wisata halal pasca pandemi COVID-19 disKotasBandasAceh, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh duta wisata dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah, pertama, bagaimana peran duta wisata dalam kegiatan promosiswisataihalalidiiKotasBanda Aceh?. Kedua, apa hambatansyangsdihadapisduta wisatandalamsmempromosikan wisata halal di Kota Banda Aceh pasca COVID-19?. Ketiga, apa upaya yang dilakukan duta wisata dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan promosi wisata halal?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, duta Wisata memiliki peran signifikanidalamimempromosikaniwisataihalal diSKotaSBandaSAceh melalui berbagai mediaSdan kerja sama dengan industri pariwisata halal. Kedua, setelah pandemi, Duta Wisata tidak menghadapi hambatan berarti dalam mempromosikan wisata halal, kecuali pandangan negatif dari masyarakat luar terhadap penerapan Qanun dan persepsi negatif terhadap Aceh. Ketiga, Duta Wisata dan Dinas Pariwisata meningkatkan upaya dalam menjelaskan konsep wisata halal melalui promosi virtual yang menekankan budaya, sejarah, kuliner, dan nilai-nilai religius Aceh untuk membangun citra yang inklusif dan ramah bagi semua jenis wisatawan.
Kata Kunci: Duta Wisata, wisata halal, promosi, hambatan, upaya, Kota Banda Aceh, pandemi COVID-19.

The COVID-19 pandemic has had a significant impact on the tourism industry, including in Banda Aceh. In an effort to recover the tourism sector, it is important to explore the role of tourism ambassadors in promoting halal tourism as a potential to support the sustainability of tourism in the city. This study aims to analyze the role of tourism ambassadors in the promotion of halal tourism post-COVID-19 in Banda Aceh, as well as identify the challenges faced by tourism ambassadors and the efforts made to overcome these challenges. The research questions addressed in this study are: first, what is the role of tourism ambassadors in promoting halal tourism in Banda Aceh? Second, what are the challenges faced by tourism ambassadors in promoting halal tourism in Banda Aceh post-COVID-19? Third, what efforts are made by tourism ambassadors to overcome the challenges in implementing the promotion of halal tourism?. This study adopts a qualitative approach with a field research design. Data were obtained through in-depth interviews and analyzed using descriptive analysis. The findings of this study indicate that tourism ambassadors play a significant role in promoting halal tourism in Banda Aceh through various media and collaborations with the halal tourism industry. After the pandemic, tourism ambassadors did not encounter significant obstacles in promoting halal tourism, except for the negative perception from external communities regarding the implementation of local regulations and negative perceptions about Aceh. To overcome these challenges, tourism ambassadors and the Tourism Office have intensified efforts to explain the concept of halal tourism through virtual promotions emphasizing the local culture, history, cuisine, and religious values of Aceh, aiming to build an inclusive and welcoming image for all types of tourists. Keywords: tourism ambassadors, halal tourism, promotion, challenges, efforts, Banda Aceh, COVID-19 pandemic.

Citation



    SERVICES DESK