<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116107">
 <titleInfo>
  <title>KETAHANAN DAN PERFORNASI TANAMAN CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) F6 AKIBAT SERANGAN BEGOMOVIRUS PADA DATARAN MENENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Rifki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permasalah yang sering mengganggu proses budidaya tanaman cabai adalah serangan OPT dan&#13;
perubahan iklim. Begomovirus adalah virus yang menyebabkan penyakit pada masa pertumbuhan tanaman&#13;
cabai yang ditandai dengan gejala berupa daun keriting kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui&#13;
bagaimana ketahanan tanaman cabai F6 hasil persilangan akibat serangan Begomovirus di dataran menengah.&#13;
Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Saree Kecamatan Lembah&#13;
Seulawah, Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium Hortikultura Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian,&#13;
Universitas Syiah Kuala dari bulan Maret sampai dengan Juni 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan&#13;
Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial yang terdiri dari 9 genotipe cabai F6 yaitu F6. 1-9, F6. 1-11, F6. 1-&#13;
20, F6. 1-21, F6. 1-28, F6. 2-43, F6. 5-142, F6. 5-143, dan F6. 5-145 dan dua varietas tetua yaitu Printis dan&#13;
Kencana sebagai varietas pembanding dengan 3 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah persentase&#13;
serangan virus, kategori gejala serangan, tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, jumlah cabang,&#13;
jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat perbuah, panjang buah, diameter buah, panjang tangkai&#13;
buah, ketebalan kulit buah, warna batang, warna daun, warna mahkota bunga, posisi tangkai bunga, bentuk&#13;
daun, warna buah, bentuk pangkal buah, bentuk ujung buah, dan permukaan buah. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa pada umur 75 HST semua genotipe tanaman cabai F6, varietas Perintis, dan Kencana&#13;
telah terserang oleh Begomovirus, dengan persentase serangan sebesar 100%. Genoitpe dengan pertumbuhan&#13;
terbaik adalah F6. 5-143 yang terbaik terhadap parameter tinggi tanaman dan tinggi dikotomus pada umur 30,&#13;
45, 60 dan 75 HST serta genotipe F6. 1-28 terbaik terhadap parameter diameter batang umur 45, 60, dan 75 HST. Genotipe F6. 1-21 terbaik terhadap jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat perbuah, dan panjang buah, serta genotipe dengan persentase terserang gejala sangat berat (VHS) terendah dengan hanya 30% pada hari terakhir pengamtan&#13;
&#13;
Kata Kunci : Resisten, Begomovirus, Penyakit</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116107</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 12:50:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 16:09:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>