STUDI KONDISI PARAMETER CUACA PADA KEJADIAN BANJIR DI WILAYAH ACEH BAGIAN TIMUR MENGGUNAKAN MODEL WRF-ARW | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KONDISI PARAMETER CUACA PADA KEJADIAN BANJIR DI WILAYAH ACEH BAGIAN TIMUR MENGGUNAKAN MODEL WRF-ARW


Pengarang

Sofia Warianti - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nasrullah - 197501021999031001 - Dosen Pembimbing I
Budi Saritua Hutasoit, S.Tr. 199306052013121001 - - - Dosen Pembimbing II
Saumi Syahreza - 197609172005011002 - Penguji
Marwan - 197112311998021003 - Penguji
Ismail AB - 196301141989031003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1808102010038

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Fisika., 2023

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di wilayah Aceh bagian timur, yaitu: Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Wilayah Aceh bagian timur mengalami dampak yang luas akibat bencana banjir yang terjadi mulai dari akhir Oktober hingga pertengahan November 2022. Banjir dapat diantisipasi dengan menganalisis kondisi paramter cuaca sebelum dan saat kejadian banjir melalui simulasi model cuaca numerik Weather Research and Forecasting-Advanced Research WRF (WRF-ARW). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter cuaca yang mendukung proses pembentukan awan konvektif pemicu hujan lebat, menganalisis kondisi parameter cuaca saat kejadian banjir, dan memvalidasi curah hujan output WRF-ARW dengan data pengamatan in-situ meteorologi dan data Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP) di wilayah Aceh bagian timur pada tanggal 31 Oktober s.d 5 November 2022 . Metode yang digunakan untuk validasi dengan data in-situ adalah koefisien korelasi (R) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil analisis parameter cuaca output WRF-ARW menunjukkan adanya wilayah tekanan rendah dan penurunan tekanan udara permukaan, wilayah konvergensi, angin yang membawa banyak uap air dan mengalami pembelokan, serta suhu udara yang rendah dan curah hujan yang tinggi pada kejadian banjir di wilayah Aceh bagian timur. Sedangkan hasil validasi curah hujan output WRF-ARW dengan data pengamatan in-situ meteorologi dan data GSMaP menunjukkan nilai R antara 0,080,84 dengan interpretasi sangat rendah hingga kuat dan nilai RMSE antara 12,1060,46. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa kondisi tekanan dan angin mendukung pembentukan awan konvektif pemicu hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayah Aceh bagian timur, di mana kondisi suhu dan curah hujan saat terjadinya banjir mengindikasikan keberadaan awan tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model WRF-ARW mampu merepresentasikan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada kejadian banjir di wilayah Aceh bagian timur.

Kata kunci: parameter cuaca, banjir, Aceh bagian timur, WRF-ARW, validasi, GSMaP

Floods are one of the most frequent natural disasters in the eastern Aceh region, namely: East Aceh District, Langsa City, and Aceh Tamiang District. The eastern Aceh region experienced a broad impact due to the flood disaster that occurred from late October to mid-November 2022. Floods can be anticipated by analyzing weather conditions before and during the flood through the Weather Research and Forecasting-Advanced Research WRF (WRF-ARW) ) numerical weather model simulation. This study aims to identify weather parameters that support the formation of convective clouds triggering heavy rains, analyze weather parameter conditions during flood events, and validate the output WRF-ARW rainfall with meteorological in-situ observation data and Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP) data in the eastern part of Aceh from 31 October to 5 November 2022 . The methods used for validation with in-situ data are the correlation coefficient (R) and Root Mean Square Error (RMSE). The results of the WRF-ARW output weather parameter analysis show that there are areas of low pressure and decreased surface air pressure, convergence areas, winds that carry a lot of moisture and experience deflection, as well as low air temperatures and high rainfall during flood events in the eastern part of Aceh. While the validation results of the WRF-ARW output rainfall with in-situ meteorological observation data and GSMaP data show R results between 0,080,84 with very low to strong interpretations and RMSE values between 12,1060,46. Based on these research results, it can be concluded that pressure and wind conditions support the formation of convective clouds that trigger heavy rains which has the potential to cause flooding in the eastern Aceh, where the temperature and rainfall conditions at the time of the flood indicate the presence of these clouds. The result also demonstrate that the WRF-ARW model is capable to represent rain with moderate to heavy intensity during the flood in the eastern part of Aceh. Keywords: weather parameters, flooding, eastern Aceh, WRF-ARW, validation, GSMaP

Citation



    SERVICES DESK