<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116097">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN POLA GENANGAN BANJIR ROB SEBELUM DAN SESUDAH GEMPA NIAS TAHUN 2005 AKIBAT PENURUNAN TANAH PADA DAERAH PESISIR KABUPATEN ACEH SINGKIL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridha Febri Arfa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa yang terjadi di Nias pada tanggal 28 Maret 2005 menyebabkan daratan pesisir di sekitarnya mengalami penurunan tanah (land subsidence). Dampak dari turunnya muka tanah tersebut adalah muka air laut yang semakin meningkat pada wilayah pesisir Kabupaten Aceh Singkil, yaitu terjadinya banjir rob yang menggenangi wilayah pesisir. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memetakan dan membandingkan luasan genangan banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Singkil pada kondisi sebelum dan sesudah gempa Nias tahun 2005. Terdapat empat tahapan umum dari metodologi yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu: perbaikan data DEM dan pemetaan wilayah penurunan tanah dengan menggunakan software ArcGIS; analisis gelombang pasang surut menggunakan metode Admiralty untuk memvalidasi pemodelan pasang surut dengan software MIKE21, dan pemodelan banjir rob menggunakan software Geo-HECRAS. Output yang diperoleh dari penelitian ini berupa peta genangan banjir rob pada wilayah pesisir pantai Singkil pada kondisi sebelum dan sesudah terjadinya penurunan tanah akibat gempa Nias tahun 2005. Hasil perbandingan data DEM menunjukkan bahwa wilayah pesisir Singkil mengalami penurunan daratan dengan kisaran sebesar 1,5 m. Data batimetri kemudian dijadikan sebagai domain untuk pemodelan pasang surut dan banjir rob. Hasil pemodelan banjir rob memperlihatkan bahwa jangkauan genangan banjir rob pada kondisi pasang surut yang sebelumnya hanya seluas 8,931 km2 menjadi seluas 45,892 km2 setelah terjadi gempa Nias 2005. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya penurunan tanah berpotensi besar untuk menimbulkan ancaman bencana banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Singkil.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116097</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 12:17:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 16:24:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>