<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116093">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKOENZIM TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF PADA BEBERAPA GALUR MUTAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L). MERR) KIPAS PUTIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lia Gustina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Agroteknologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kedelai merupakan komoditas pangan terpenting setelah padi dan jagung dan salah satu sumber protein nabati utama yang cukup banyak diminati Masyarakat, dengan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahunnya maka kebutuhan biji kedelai juga semakin meningkat terutama untuk bahan baku industri olahan pangan. Penelitian ini berasal dari varietas kipas putih yang merupakan varietas lokal Aceh. Varietas ini kurang diminati oleh petani Aceh karena memiliki produksi dan kualitas yang masih rendah sehingga hampir tidak bisa ditemukan lagi benih aslinya. Varietas ini memiliki potensi yang besar untuk menjadi varietas yang unggul sesuai dengan kondisi lahan yang ada di Aceh, oleh karena itu dilakukan mutasi pada kedelai kipas putih agar meningkatkan hasil panen. Dengan sistem pertanian konvensional memang dapat melipat gandakan hasil panen, namun dampak negatifnya dapat menimbulkan terjadinya kerusakan lingkungan berupa menurunnya tingkat kesuburan tanah sehingga lahan pertanian menjadi rusak, untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan upaya mengurangi penggunaan pupuk kimia melalui pemberian ekoenzim. Pemberian Ekoenzim sangat efektif untuk meningkatkan hasil panen dan mampu menyuburkan tanah. Ekoenzim adalah ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan yang dicampurkan dengan gula.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekoenzim terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif pada beberapa galur mutan kedelai kipas putih. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Sektor Timur 2, dan Genetika dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan April sampai dengan Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 2 x 4 dengan pola faktorial 2 x 4. 3 ulangan, keseluruhan terdapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah konsentrasi ekoenzim (K) yang terdiri dari 2 taraf (tanpa ekoenzim dan 10 ml L-1), sedangkan faktor kedua adalah galur mutan kedelai Kipas Putih yang terdiri dari 4 taraf yaitu Kipas Putih sebagai induk, B4, B7, dan B18. Pemberian ekoenzim 10 ml L-1 memberikan pengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong total, jumlah polong bernas, dan persentase polong bernas. Mutan kedelai Kipas Putih galur B4 berpengaruh terhadap parameter jumlah polong bernas. Galur mutan kedelai Kipas Putih yang terbaik adalah B7 dan B18. Interaksi ekoenzim dengan galur mutan terbaik terdapat pada galur mutan B18 dan B7 berdasarkan parameter jumlah cabang produktif dan bobot biji per tanaman.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116093</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 12:11:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 15:45:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>