<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116078">
 <titleInfo>
  <title>ARSITEKTUR SARANG LEBAH TANPA SENGAT HETEROTRIGONA ITAMA (COCKERELL) DI TAMAN HUTAN RAYA POCUT MEURAH INTAN, KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dilla Sriwahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perbedaan dimensi ruang sarang Heterotrigona itama (Cockerell) dapat menciptakan arsitektur sarang yang bervariasi. Deskripsi detil mengenai arsitektur sarang H. itama belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola arsitektur sarang H. itama. Metode yang digunakan adalah metode observasi secara langsung terhadap lima koloni yang meliputi, bentuk, warna dan tekstur pintu masuk sarang, model dan susunan sel anakan, warna, ukuran dan lokasi pot polen, pot madu dan sel anakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pintu masuk sarang H.itama berwarna coklat muda hingga tua, dengan tekstur yang lunak dan bentuknya seperti tabung dengan panjang 2,50 hingga 18,00 cm. Struktur sarang H. itama memiliki pola arsitektur dengan susunan sel anakan, pot polen, dan pot madu yang bervariasi. Koloni pertama menunjukkan pot madu dan pot polen umumnya terletak pada bagian topping (atas dan terpisah), sedangkan sel anakannya berada pada bagian bawah di dalam rongga batang pohon. Koloni ke-dua menunjukkan seluruh komponen sarangnya berada di dalam satu ruang kotak kayu, sedangkan koloni ke-lima menunjukkan semua komponen sarangnya terletak di dalam kotak kayu pada bagian hive (bawah). Koloni ke-tiga dan ke-empat, semua komponen sarang ada di ruang berupa batang pohon dengan ukuran yang berbeda. Sel anakan H. itama disusun secara horizontal, berlapis dan terletak pada posisi tengah sarang. Sel anakan, pot polen, dan pot madu berbentuk oval dengan ukuran yang bervariasi untuk setiap sarang. Setiap sarang memiliki ukuran rata-rata diameter dan tinggi pot polen masing-masing berada pada kisaran 0,95 hingga 1,14 cm dan 1,24 hingga 1,64 cm. Pot madu memiliki ukuran rata-rata diameter yaitu kisaran 0,65 hingga 1,14 cm, dan ukuran tinggi berkisar 0,63 hingga 1,20 cm. Selanjutnya, ukuran rata-rata diameter sel anakan yaitu dalam kisaran 0,30 hingga 0,34 cm dan ukuran tinggi pot sel anakan berkisar antara 0,44 hingga 0,50 cm. &#13;
&#13;
Kata kunci : Arsitektur sarang, Heterotrigona itama, pot madu, pot polen, sel anakan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116078</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 11:45:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 14:18:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>