<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116065">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS VARIASI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK BAWAH PERMUKAAN SEBAGAI IDENTIFIKASI SEBARAN MINERAL DI KAWASAN SIRON BLANG, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SILVENI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang analisis variasi suseptibilitas magnetik bawah permukaan sebagai identifikasi sebaran mineral telah dilakukan pada kawasan Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi penelitian berada pada formasi geologi Komplek Indrapuri yang terdiri dari batuan ultramafik serpentinit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan variasi nilai intensitas medan magnetik dan dapat mengidentifikasi sebaran mineral berdasarkan variasi nilai suseptibilitas batuan. Sebaran mineral dapat diidentifikasi dengan menggunakan metode magnetik berdasarkan nilai anomali magnetik yang terukur di bawah permukaan. Data intensitas magnetik diukur dengan menggunakan alat Magnetometer Proton Precession Magnetometer (PPM) GSM-19T GEM System. Jumlah titik pengukuran sebanyak 123 titik yang diakuisisi secara grid. Data intensitas magnetik yang diperoleh dari pengukuran diolah menggunakan software Oasis Montaj 8.3.3 dan Surfer 15. Untuk mendapatkan nilai anomali magnetik, data intensitas magnetik terukur dikoreksi terlebih dahulu dengan koreksi harian dan IGRF dan selanjutnya direduksi ke ekuator untuk menghilangkan efek dipol. Kemudian dilakukan pemisahan anomali regional dan residual. Kontur anomali residual yang dihasilkan, selanjutnya dilakukan pemodelan 2D. Berdasarkan hasil interpretasi kuantitatif didapatkan pemodelan 2D dengan 3 lapisan struktur bawah permukaan yaitu top soil, endapan mineral hematit dengan nilai suseptibilitas 25 x 10-3 yang sebarannya berada pada daerah bagian barat, utara, selatan, timur dan hampir berada seluruh daerah penelitian. Batuan serpentinit dengan nilai suseptibilitas 7 x 10-3 yang sebarannya berada pada daerah bagian timur dan selatan lokasi penelitian.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MINERALS</topic>
 </subject>
 <classification>553</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116065</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 10:41:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 15:45:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>