<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116029">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH MOBILITAS PADA KASUS COVID-19 DI ASEAN MENGGUNAKAN REGRESI DATA PANEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syarifah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pandemi COVID-19 merupakan wabah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menyerang sistem pernapasan. Mobilitas masyarakat merupakan salah satu faktor yang turut mempercepat penyebaran virus COVID-19 sebelum vaksin untuk virus ini ditemukan. Semakin tinggi angka mobilitas, dapat berpeluang meningkatkan risiko penyebaran kasus COVID-19. Dampak mobilitas dipercaya mulai berkurang saat herd immunity dari vaksinasi diperkirakan mulai tercapai di masyarakat. Penelitian ini bertujuan memahami pengaruh faktor mobilitas pada kasus baru COVID-19 di ASEAN dengan model regresi data panel. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari situs Google Mobility Report dan WHO COVID-19 global data report. Penelitian ini menggunakan delapan negara ASEAN sebagai unit cross section. Sementara unit time series berupa data kasus baru harian COVID-19 dari tanggal 15 Februari 2020 hingga 15 Oktober 2022. Untuk mengetahui dampaknya secara lebih jelas, unit time series ini selanjutnya dibagi menjadi tiga periode, yaitu sebelum dan sesudah penerapan program vaksinasi serta saat tercapainya herd immunity. Terdapat tiga model estimasi regresi data panel, yaitu Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM). Setelah dilakukan pemilihan model, didapatkan model terbaik untuk mengestimasi pengaruh faktor mobilitas terhadap kasus baru COVID-19 pada periode satu adalah REM efek twoways, REM dengan efek individu pada periode dua, dan FEM dengan efek individu pada periode tiga. Berdasarkan model yang diperoleh, semua variabel mobilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus baru pada periode pertama (R ̂^2= 19,12%). Pada periode kedua, hanya dua variabel mobilitas yang berpengaruh signifikan, yaitu mobilitas di kawasan toko bahan makanan dan apotek serta kawasan pusat transportasi publik (R ̂^2= 32,29%). Adapun di periode ketiga, variabel mobilitas tidak lagi berpengaruh terhadap jumlah kasus baru (R ̂^2= 18,95%). Sehingga secara umum penelitian ini mengonfirmasi tiga hal: (1) pengaruh mobilitas terhadap naik-turunnya kasus COVID-19, (2) vaksin menekan jumlah kasus, dan (3) herd immunity mencegah penyebaran kasus lebih lanjut. Kata kunci: Analisis Regresi Data Panel, COVID-19, Herd Immunity, Mobilitas, ASEAN</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116029</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-24 18:19:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 14:57:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>